BMKG: Jakarta Masih Alami Hujan Intens

  • 20 Mei 2026 15:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau di wilayah Jakarta dan sekitarnya belum sepenuhnya terasa. Intensitas hujan yang masih tinggi dipengaruhi kondisi musim peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau.

Prakirawan Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Maritim Tanjung Priok, Restiana Fitri, mengatakan Jakarta diperkirakan baru mulai memasuki musim kemarau pada akhir Mei 2026. Menurutnya, sebagian wilayah Indonesia memang sudah memasuki periode kemarau secara klimatologis, namun tidak berlangsung secara serentak.

Ia menambahkan kondisi atmosfer pada masa pancaroba cenderung lebih labil sehingga masih memicu pertumbuhan awan hujan.

“Untuk saat ini sebenarnya masih dalam musim peralihan, yaitu kemaraunya sendiri di Jakarta sekitar akhir Mei baru mulai memasuki musim kemarau,” kata Restiana dalam dialog di Pro 1 Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

BMKG juga mendeteksi adanya dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi meskipun sudah memasuki periode kemarau.

Selain faktor lokal, cuaca Indonesia turut dipengaruhi fenomena global dan regional seperti El Nino, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby. Restiana menjelaskan fenomena tersebut saat ini sedang aktif sehingga mempercepat pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.

“Gelombang Kelvin yang sedang aktif memicu pertumbuhan awan hujan yang bergerak cukup cepat melewati wilayah Indonesia,” ujarnya.

Menurut Restiana, kondisi geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera membuat cuaca di Indonesia sangat kompleks dan dinamis. Faktor topografi, kelembapan udara, suhu permukaan, hingga arah angin menyebabkan hujan di Indonesia sering bersifat lokal dan berubah cepat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jabodetabek masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan, terutama pada sore hingga malam hari. Daerah yang diperkirakan paling berpotensi diguyur hujan yakni Bogor, Depok, Bekasi, serta Jakarta Selatan, dengan suhu udara berkisar 26 hingga 33 derajat Celcius.

"BMKG memprediksi fenomena El Nino mulai berkembang pada Mei hingga Juni 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus sampai Oktober 2026. Bahkan sejumlah model iklim menunjukkan El Nino berpotensi bertahan hingga akhir 2026 atau awal 2027," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....