7.345 Personel Disiagakan Amankan Aksi Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta Pusat

  • 20 Mei 2026 08:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 7.345 personel gabungan disiagakan untuk melayani dan mengamankan aksi unjuk rasa peringatan Hari Kebangkitan Nasional di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat, pada Rabu 20 Mei 2026. Ribuan personel tersebut diterjunkan untuk memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan tertib.

Massa aksi berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), PGMM, GM PRO, FGSNI, IGSS PLPGI, FGHM, FTHMI, FKSS, dan AGMM. Mereka dijadwalkan menyampaikan aspirasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Apel kesiapan pengamanan digelar sejak pukul 06.00 WIB di Plaza Parkir Timur Senayan dan dipimpin Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono. Personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polda Metro Jaya dan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.

Dalam arahannya, Dekananto meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan aksi berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan.

“Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur,” ujar Dekananto.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold E. P. Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan persuasif. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami telah menyiapkan 7.345 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif,” kata Reynold.

Ia juga mengimbau peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis selama penyampaian aspirasi berlangsung. Polisi memastikan seluruh pengamanan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.

Selain pengamanan, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan DPR/MPR RI. Pengalihan arus dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

“Arus lalu lintas di sekitar kawasan kantor DPR/MPR RI akan diberlakukan pengalihan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan,” jelas Reynold.

Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan dilakukan hingga seluruh rangkaian aksi selesai. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....