Musim Kemarau Tak Berarti Bebas Hujan, Ini Penjelasan BMKG

  • 19 Mei 2026 21:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan akan berhenti sepenuhnya. Pada masa peralihan musim atau pancaroba, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Prakirawan Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Maritim Tanjung Priok, Resti Anastasia mengatakan, saat ini Jakarta masih berada dalam fase pancaroba menuju musim kemarau yang diperkirakan baru dimulai pada akhir Mei 2026.

“Musim kemarau itu bukan berarti hujan berhenti total. Pada masa pancaroba seperti saat ini, hujan lebat yang terjadi secara tiba-tiba masih sangat memungkinkan,” kata Resti saat dialog bersama RRI Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut Resti, masih tingginya intensitas hujan dipengaruhi dinamika atmosfer yang cukup aktif. Beberapa fenomena seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby masih mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Atmosfer saat musim peralihan cenderung lebih labil, sehingga pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah terjadi. Karena itu, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih sering muncul,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara tropis yang diapit dua benua dan dua samudera juga membuat pola cuaca menjadi sangat kompleks dan dinamis. Akibatnya, perubahan cuaca dapat berlangsung cepat dalam waktu singkat.

“Pagi bisa cerah dan panas, tetapi sore atau malam tiba-tiba turun hujan deras. Itu hal yang umum terjadi di Indonesia karena banyak faktor cuaca yang saling memengaruhi,” ucapnya.

Untuk wilayah Jabodetabek, BMKG memprakirakan pola cuaca dalam beberapa hari ke depan masih didominasi kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang, lalu berpotensi hujan ringan hingga sedang pada sore dan malam, terutama di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Bekasi.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, angin kencang, banjir, dan longsor, meski musim kemarau mulai mendekat.

“Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi Info BMKG atau website resmi BMKG agar bisa mengantisipasi perubahan cuaca lebih dini,” ujar Resti.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....