AFTECH Tegaskan Tech Champions Lahir dari Tata Kelola yang Kuat

  • 19 Mei 2026 02:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Fintech Indonesia menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Dalam kegiatan itu membahas dua agenda utama, yakni pengesahan laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan tahun 2025, serta persetujuan rencana program kerja dan anggaran tahun 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para regulator dan pemangku kepentingan strategis nasional, menegaskan posisi AFTECH sebagai mitra pemerintah dalam mendorong transformasi keuangan digital di Indonesia.

Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menekankan pentingnya melahirkan lebih banyak “tech champions” di Indonesia melalui penguatan ekosistem fintech yang sehat dan berkelanjutan.

“Indonesia butuh lebih banyak tech champions, dan tugas industri fintech adalah membangun ekosistem yang memungkinkan mereka lahir dan tumbuh,” ujar Pandu melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Namun, ia mengingatkan bahwa ambisi tersebut harus dibarengi dengan komitmen terhadap tata kelola yang baik. Menurutnya, inovasi yang bertanggung jawab dan good governance merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Pandu juga menyebut, ekosistem fintech Indonesia kini memasuki fase baru dengan mulai tercapainya profitabilitas sejumlah perusahaan digital besar setelah bertahun-tahun membangun fondasi bisnis.

“Kalau kita ingin industri ini naik kelas, seluruh pemangku kepentingan harus step up, integrate, collaborate, dan move faster. Kita membangun industri yang tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga dipercaya dan berdampak nyata bagi sektor riil,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di bawah naungan AFTECH terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Ia mencatat, saat ini terdapat 208 perusahaan anggota AFTECH, dengan 17,17 juta pengguna Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK), 77,32 juta hit Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA), serta nilai transaksi mencapai Rp2,11 triliun.

“Pertumbuhan tersebut harus dibangun di atas fondasi yang benar. Kami menekankan pentingnya inklusi yang bertanggung jawab, penguatan tata kelola, serta keseimbangan antara inovasi dan regulasi,” ujar Friderica.

Dikesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai fintech memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transformasi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita perlu mendorong fintech untuk membantu mewujudkan Indonesia Emas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama industri keuangan digital.

“Industri fintech harus mampu menjaga kepercayaan publik di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang terus menguat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, AFTECH juga menandatangani nota kesepahaman dengan Hong Kong Web3.0 Standardization Association sebagai upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ekosistem keuangan digital dan teknologi Web3.

RUA AFTECH 2026 yang dihadiri 144 perusahaan anggota ini menghasilkan keputusan bulat atas seluruh agenda yang dibahas. Seluruh program kerja tahun 2026 akan berjalan di bawah tema besar “Menguatkan Tata Kelola, Menjaga Kepercayaan, dan Menata Arah Kebijakan Masa Depan Industri Fintech Indonesia.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....