Cuaca Maritim Teluk Jakarta Diprakirakan Berawan hingga Hujan Ringan, 16 Mei

  • 16 Mei 2026 06:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Elkana memprakirakan cuaca perairan Jakarta hingga utara Jawa Barat berawan hingga hujan ringan pada Sabtu, 16 Mei 2026. Prakiraan tersebut berlaku selama 24 jam ke depan dengan potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Hari ini, hingga 24 jam ke depan, cuaca perairan DKI Jakarta dan utara Jawa Barat diprakirakan berawan hingga hujan ringan,” kata Elkana saat siaran cuaca di Pro1 RRI Jakarta, Sabtu pagi.

Kondisi angin diprediksi bertiup dari arah barat daya hingga barat laut. Kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam di Teluk Jakarta, perairan Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, dan Indramayu.

Poster prakiraan cuaca maritim di perairan Kepulauan Seribu bagian utara, berlaku Sabtu 16 Mei 2026 hingga Senin 18 Mei 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

“Kemudian, keadaan gelombang laut berada pada kategori rendah dengan tinggi antara 0,5 hingga 1,25 meter. Gelombang rendah diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon," ujar Elkana.

Wilayah pesisir Jakarta diprakirakan mengalami pasang maksimum dengan ketinggian mencapai 1,1 meter. Pasang maksimum diprediksi terjadi pada pukul 21.00 WIB, sedangkan surut minimum setinggi 0,2 meter diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 WIB esok pagi.

Elkana mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat fenomena super new moon dan fase perigee. Banjir rob diprediksi berlangsung pada 14-21 Mei 2026 dengan puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 20.00 hingga 01.00 WIB.

Poster prakiraan cuaca maritim di perairan Kepulauan Seribu bagian selatan, berlaku Sabtu 16 Mei 2026 hingga Senin 18 Mei 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

“Wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok,” ucap Elkana.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan serta kawasan pesisir. Masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....