Polisi Pastikan Pelajar Bersimbah Darah di Terminal Grogol Bukan Korban Begal

  • 13 Mei 2026 20:25 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Polisi membantah adanya aksi pembegalan terhadap seorang pelajar yang sempat viral di media sosial karena terkapar bersimbah darah di kawasan Terminal Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis, 7 Mei 2026 malam.

Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan insiden tersebut merupakan konflik antara dua kelompok pelajar yang berujung penyerangan di Jalan Satria.

“Setelah kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dan meminta keterangan dari para saksi maupun korban, kejadian ini adalah konflik antara dua kelompok pelajar yang menyebabkan terjadinya penyerangan di Jalan Satria,” ujar Reza kepada wartawan, Rabu, 13 Mei 2026.

Terkait narasi begal yang muncul usai sepeda motor milik korban dilaporkan hilang, Reza menuturkan bahwa pihaknya berhasil sepeda motor milik korban di sebuah gang di kawasan Tambora.

“Jadi kita juga sudah dapatkan untuk BB (Barang Bukti) motornya yang pada saat kejadian hilang. Motor ktu ditemukan ditinggalkan begitu saja di sebuah gang di daerah Tambora,” katanya.

Meski begitu, Reza menyatakan petugas masih mendalami siapa pihak yang membawa motor korban dari lokasi kejadian. Pasalnya, di sekitar lokasi tidak terdapat kamera pengawas yang mengarah langsung ke titik penyerangan.

“Ini masih kita lakukan penyelidikan. Sementara yang kita dapatkan adalah BB motornya. Kami sudah cek CCTV dan tanya warga sekitar, tapi tidak ada yang melihat siapa yang menaruh motor itu,” ujarnya.

Menurut keterangan saksi dan korban, kata Reza, peristiwa itu bermula ketika kelompok pelajar tersebut berkumpul di depan Terminal Grogol untuk nongkrong.

Namun situasi berubah mencekam setelah datang kelompok lain yang diduga hendak melakukan penyerangan sambil membawa senjata tajam.

“Mereka berkumpul di depan terminal Grogol. Saat sedang berkumpul, ada sekelompok orang yang mau menyerang mereka. Saat melihat kelompok penyerang, mereka lari membubarkan diri, tapi ada yang tetap dikejar oleh kelompok ini sehingga terjadilah penyerangan tersebut,” jelasnya.

Dalam perkara ini, Reza menyebut seluruh pihak memilih menyelesaikan persoalan secara damai. Namun meski demikian, polisi tetap memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka pada malam hari.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orang tua, agar menyampaikan kepada anak-anaknya jika sudah tidak ada kepentingan di luar lebih baik di rumah saja,” ujar Reza.

Sementara itu, terkait kondisi korban saat ini dilaporkan mulai membaik meski masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras.

“Untuk korban saat ini kondisinya sudah membaik. Yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit, tapi alhamdulillah kondisinya sudah jauh lebih baik,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....