Hari Metrologi Dunia 2026, Momentum Membangun Kepercayaan Publik

  • 12 Mei 2026 13:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Peringatan Hari Metrologi Dunia 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Metrologi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) menekankan pentingnya pengukuran yang akurat sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Kepala Unit Pengelola Metrologi Dinas PPUKM Provinsi DKI Jakarta, Badia Raja H Siregar menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan publik harus dibangun dari data dan hasil pengukuran yang akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Metrologi adalah ilmu ukur atau ilmu ukur-mengukur yang memastikan alat ukur memberikan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. Ketika keputusan dibuat berdasarkan pengukuran yang benar, maka masyarakat akan lebih percaya terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Badia dalam program Beranda Asta Cita RRI Pro 1 Jakarta, Senin 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, peran metrologi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari pengukuran bahan bakar di SPBU, meteran listrik dan air, hingga timbangan di pasar tradisional.

“Misalnya saat masyarakat membeli satu liter BBM, maka harus dipastikan benar-benar satu liter. Begitu juga saat berbelanja di pasar, satu kilogram beras atau ayam harus sesuai dengan ukuran yang dibayarkan,” katanya.

Menurut Badia, metrologi juga berperan penting dalam perlindungan konsumen agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam transaksi perdagangan.

“Metrologi memastikan alat ukur yang digunakan sesuai standar. Dengan begitu, perdagangan menjadi lebih adil dan masyarakat merasa terlindungi,” ucapnya.

Di era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), kata Badia, peran metrologi justru semakin penting karena teknologi modern sangat bergantung pada data yang akurat.

“Teknologi secanggih apa pun, kalau pengukurannya tidak akurat, justru bisa menyesatkan. Karena itu metrologi menjadi fondasi penting dalam perkembangan teknologi, termasuk smart meter dan kendaraan listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar dunia metrologi saat ini adalah perkembangan teknologi alat ukur yang berlangsung sangat cepat, sehingga standar pengukuran juga harus terus diperbarui mengikuti perkembangan zaman.

Badia berharap masyarakat semakin mengenal pentingnya metrologi sebagai bagian dari pembangunan nasional.

“Metrologi mungkin bekerja di belakang layar, tetapi dampaknya sangat besar untuk keadilan, keselamatan, dan kepercayaan publik. Metrologi bukan sekadar angka, tetapi bahasa kepercayaan dalam kehidupan modern,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....