Kisah Inspiratif Pak Dani: Ubah Gang Sempit dan Tempat Sampah Liar, Jadi Kebun Anggur
- 11 Mei 2026 08:20 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA– Sebuah gang sempit di wilayah Jakarta Utara kini berubah drastis. Gang Hijau Cemara, yang terletak di RT 07/RW 01, Kelurahan Tugu Utara, kini menjadi oase hijau yang memproduksi puluhan jenis anggur. Siapa sangka, wilayah ini dulunya dikenal sebagai daerah rawan kriminalitas dan tempat pembuangan sampah liar.
Adalah Pak Dani, sosok di balik transformasi ini. Dimulai pada tahun 2016, ia merasa resah dengan permasalahan lingkungan dan sosial di wilayahnya. Menurutnya, lokasi tersebut dulunya sangat terdampak oleh pengaruh negatif dari lingkungan sekitar lokalisasi Kramat Tunggak.
"Dulu di sini tempatnya premanisme, ormas yang tidak bertanggung jawab, hingga narkoba. Hampir setiap tahun ada warga yang keluar masuk penjara," kenang Pak Dani ketika ditemui RRI Jakarta, Minggu 10 Mai 2026.
Lahan yang kini hijau tersebut dulunya hanyalah tanah kosong yang terbengkalai. Seringkali, lahan tersebut dijadikan tempat "mojok" (tempat kegiatan asusila) hingga tempat pembuangan sampah warga secara sembarangan.
Kondisi tanahnya pun sangat memprihatinkan. "Di sini justru tidak ada tanah. Semuanya tembok dan beton. Kalaupun digali, isinya sampah plastik dan kulit kerang," ungkapnya.
Untuk memulai urban farming, Pak Dani bekerja sama dengan petugas SDA (Sumber Daya Air) untuk memanfaatkan lumpur hasil pengerukan got sebagai media tanam. Proses pengolahan lahan ini memakan waktu lebih dari satu tahun hingga tanah tersebut benar-benar layak ditanami.
Kini, Gang Hijau Cemara telah bertransformasi total. Tidak hanya sayuran hidroponik, Pak Dani sukses membudidayakan lebih dari 23 jenis anggur. Tanaman anggur ini dapat dipanen hingga dua kali dalam setahun, dengan hasil rata-rata 10 kilogram per pohon.
Selain memanen buah, komunitas di gang ini juga mandiri secara ekonomi dengan menjual: Berbagai jenis bibit anggur dan tanaman hias. Pupuk hasil olahan sendiri. Sayuran segar hasil hidroponik.
Dampak yang paling dirasakan bukan hanya sekadar lingkungan yang asri, melainkan perubahan perilaku masyarakat, terutama para remaja. Melalui kegiatan lurban farming, para pemuda setempat kini memiliki kesibukan positif dan rasa memiliki terhadap kampung mereka.
"Sekarang angka kriminalitas nol (zero). Mereka berbalik untuk bersama-sama membangun kampung sendiri," ujar Pak Dani bangga.
Kisah Pak Dani dan warga Gang Hijau Cemara membuktikan bahwa dengan kemauan kuat, keterbatasan lahan dan masa lalu yang kelam bukan penghalang untuk menciptakan lingkungan yang hijau, produktif, dan aman
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....