Geliat RPU Marunda jelang Idul Adha
- 08 Mei 2026 09:17 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA– Menjelang hari raya Iduladha, aktivitas di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Marunda, Jakarta Utara, terpantau semakin padat. Para pedagang melaporkan adanya peningkatan permintaan sekaligus fluktuasi harga untuk berbagai jenis unggas, mulai dari ayam, bebek, hingga entok.
Salah satu pelaku usaha di RPU Marunda, Feri, mengungkapkan bahwa harga unggas saat ini masih tergolong normal untuk hari biasa, namun diprediksi akan terus melonjak hingga hari raya tiba. Feri, yang sehari-harinya bekerja aktif di divisi kontainer Pelabuhan Tanjung Priok, menjadikan usaha unggas ini sebagai bisnis sampingan yang menjanjikan.
"Untuk ayam jago biasanya di kisaran Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu, tergantung ukuran. Sementara ayam betina di harga Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu," ujar Feri saat ditemui RRI Jakarta di lokasi usahanya. Kamis 7 Mai 2026.
Tak hanya ayam, RPU Marunda juga menyediakan berbagai jenis bebek dan entok (nila). Untuk jenis nila tua atau 'bandot', harga dipatok sekitar Rp 170 ribu. Sedangkan jenis nila janggar berada di bawah Rp 150 ribu, dan jenis yang lebih muda berkisar di angka Rp 100 ribu ke bawah.
Feri menambahkan, saat momen Iduladha atau Idulfitri, harga per ekor bisa naik hingga 50 persen. "Misal yang biasanya Rp 100 ribu, kalau lebaran bisa jadi Rp 150 ribu karena momennya setahun sekali dan permintaan sangat tinggi," tambahnya.
Aktivitas di RPU Marunda sudah dimulai sejak pukul 02.00 WIB. Pelanggan utamanya adalah para pedagang kuliner, seperti penjual nasi bebek Madura, yang membutuhkan pasokan segar setiap hari. Sementara pelanggan eceran biasanya mulai ramai berdatangan setelah pukul 05.00 WIB.
Harga yang dipatok di RPU ini sudah termasuk jasa pemotongan, sehingga konsumen menerima unggas dalam kondisi bersih dan siap olah. Dalam sehari, Feri mampu menjual 30 hingga 50 ekor, sementara pedagang besar lainnya bisa mencapai lebih dari 100 ekor per hari.
Terkait faktor kesehatan dan kebersihan, RPU Marunda berada dalam pengawasan ketat Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP). Petugas melakukan pengecekan rutin setiap hari untuk memastikan kondisi unggas yang masuk serta menjaga keamanan lingkungan pasar.
Sebagai informasi, RPU Marunda merupakan lokasi relokasi dari pasar bebek lama yang sebelumnya berada di lahan KBN Marunda. Feri dan para pedagang lainnya berharap lokasi baru ini semakin dikenal luas oleh masyarakat sehingga roda ekonomi para pengusaha unggas di wilayah tersebut terus berputar secara maksimal.
"Harapannya tentu tempat ini makin ramai, makin banyak orang tahu lokasi relokasi ini, dan bisnis tetap berjalan aman bagi semua," pungkas Feri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....