Antisipasi Risiko Geopolitik Global, Dharma Jaya Percepat Impor 7.500 Sapi
- 06 Mei 2026 16:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Perumda Dharma Jaya mempercepat pengadaan stoksapi impor sebanyak 7.500 ekor, sebagai langkah antisipatif menjaga ketahanan pangan Jakarta di tengah potensi gangguan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik dan perubahan iklim. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem ketahanan pangan melalui kerja sama antardaerah penghasil pangan, sekaligus mempercepat pengadaan stok komoditas strategis, termasuk daging.
“Yang berkaitan dengan pangan, terutama beras dan komoditas lainnya, kami saat ini sudah bekerja sama dengan pemerintahdaerah dan berjalan dengan baik. Tentunya ada persoalan ElNino yang berdampak pada daerah tersebut. Pemerintah DKIJakarta akan memberikan bantuan, salah satunya pompa dan sebagainya, agar produksi tetap terjaga,” kata Gubernur Pramono, di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Terkait kebutuhan daging, Pramono menerangkan Pemprov DKI telah menyetujui penambahan impor sapi oleh Perumda Dharma Jaya dari Australia guna memastikan ketersediaan stok di Jakarta. “Untuk daging, saya sudah menyetujui Dharma Jaya menambahimpor sapi dari Australia. Sebelumnya sudah masuk kurang lebih 3.000 ekor. Kali ini targetnya 7.500 ekor. Saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya sudah ada di Jakarta daripada masih harus
menunggu di luar,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menjelaskan percepatan pengadaan dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi kendala distribusi global, terutama untuk komoditas impor.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah potensi kelangkaan kapal pengangkut akibat keterbatasan bahan bakar dan meningkatnya kebutuhan masing-masing negara untuk mengamankan stok pangan domestik.
“Yang menjadi kekhawatiran, khususnya untuk komunitas daging impor, adalah potensi kelangkaan bahan baku. Tantanganutamanya saat ini lebih kepada ketersediaan kapal, kemungkinan kelangkaan bahan bakar, serta negara asal yang mulai menahan stok untuk kebutuhan mereka sendiri,” kata Raditya.
Raditya menjelaskan, target pengadaan 7.500 ekor sapi dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, sekitar 1.500 ekor telah masuk dalam tiga tahap pengiriman, dan tambahan 1.000 ekor segera didatangkan. Dengan demikian, total 2.500 ekor akan tersedia dalam waktu dekat, sementara sisa 5.000 ekor diupayakan masuk lebih cepat.
“Target saya sebenarnya seluruh pengadaan 7.500 ekor bisaselesai pada Juni atau Juli. Namun, pengiriman tidak bisa dilakukan sekaligus karena slot kapal dipakai banyak vendor. Jadi memang harus bersaing untuk mendapatkan jadwal pengiriman ke Indonesia,” katanya.
Selain memperkuat stok impor, Dharma Jaya juga mulai mengintensifkan pengembangan pasokan sapi lokal sebagai strategi diversifikasi sumber pangan. “Kami juga sedang menjajaki penguatan ketahanan pangan berbasis sapi lokal. Selama ini sebenarnya kami sudah bermitradengan daerah-daerah penghasil sapi, dan sekarang akan lebih kami galakkan lagi,” kata Raditya.
Sementara untuk komoditas unggas, ia memastikan kondisi pasokan ayam relatif aman dan telah mandiri. “Untuk ayam, saat ini sudah self-sufficient. Kami juga sedang menyiapkan langkah lanjutan penguatan pasokan setelah Iduladha. Langkah percepatan pengadaan stok ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangandi Jakarta, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan distribusi pangan global," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....