Prakiraan Cuaca Maritim Teluk Jakarta 6 Mei

  • 06 Mei 2026 09:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Restiana Fitri memprediksi cuaca maritim di perairan Jakarta dan Jawa Barat bagian utara berawan hingga hujan ringan, pada Rabu 6 Mei 2026.

"Untuk Kondisi cuaca hari ini di wilayah perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat pada umumnya berawan hingga hujan ringan," kata Restiana dalam siaran cuaca Pro1 RRI Jakarta, Rabu pagi.

Angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatan maksimum mencapai 15 Knot atau 28 kilometer per jam di perairan Kepuluan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, dan Teluk Jakarta.

Poster prakiraan cuaca maritim di perairan Kepulauan Seribu bagian utara, berlaku Rabu 6 Mei 2026 hingga Jumat 8 Mei 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

"Selanjutnya untuk Keadaan gelombang laut, dalam kategori rendah atau setinggi 0,5-1,25 meter di perairan Kepuluan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, Cirebonz dan Teluk Jakarta," ujar Restiana.

Ia melanjutkan, kondisi pasang surut di wilayah pesisir Jakarta dengan ketinggian maksimum mencapai 1.1 meter diprediksi akan terjadi pada pukul 24.00 WIB malam nanti. Sementara itu, pasang air laut minimum dengan ketinggian 0,1 meter terjadi pada pukul 10.00 WIB pagi ini.

"Selanjutnya kepada masyarakat dimohon saspada terhadap adanya potensi banjir pesisir atau banjir rob, akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan purnama, diprediksi hingga tanggal 8 Mei, puncaknya pukul 20.00-01.00 WIB," ucap Restiana.

Poster prakiraan cuaca maritim di perairan Kepulauan Seribu bagian selatan, berlaku Rabu 6 Mei 2026 hingga Jumat 8 Mei 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

Adapun wilayah antisipasi terhadap potensi banjir rob yaitu Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok.

Adanya banjir pesisir atau Rob ini dapat berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....