Ekonomi Jakarta Triwulan I 2026 Tumbuh 5,59 Persen, Investasi dan Transportasi Kuat
- 05 Mei 2026 12:56 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta pada triwulan I 2026 tetap tumbuh positif. Secara tahunan (year on year), ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen, sementara secara triwulanan (quarter to quarter) tercatat tumbuh 0,48 persen.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan perbaikan, terutama dari sisi mobilitas masyarakat dan investasi.
“Ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh 5,59 persen dibandingkan triwulan I tahun lalu, sedangkan secara triwulanan tumbuh 0,48 persen,” ujar Kadarmanto.
Dari sisi mobilitas, jumlah wisatawan nusantara mengalami peningkatan. Wisatawan asal Jakarta naik 17,6 persen, sementara yang datang ke Jakarta meningkat 9,83 persen secara tahunan.
“Terjadi peningkatan wisatawan nusantara, baik yang berasal dari Jakarta maupun yang datang ke Jakarta, masing-masing sebesar 17,6 persen dan 9,83 persen secara tahunan,” jelasnya.
Namun demikian, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel justru mengalami penurunan. Baik hotel bintang maupun non-bintang mencatat kontraksi secara triwulanan dan tahunan.
“TPK hotel bintang secara triwulanan terkontraksi 10,57 poin, sementara hotel non-bintang juga mengalami penurunan sebesar 7,6 poin,” katanya.
Dari sektor perdagangan luar negeri, ekspor Jakarta tumbuh 4,9 persen secara tahunan, sementara impor meningkat 3,9 persen. Meski demikian, keduanya mengalami kontraksi jika dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Ekspor tumbuh 4,9 persen secara tahunan, sedangkan impor tumbuh 3,9 persen. Namun secara triwulanan keduanya mengalami kontraksi,” ungkap Kadarmanto.
Sementara itu, kinerja investasi menunjukkan tren positif. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sama-sama mengalami pertumbuhan signifikan.
“PMDN tumbuh 13,35 persen secara tahunan, sedangkan PMA meningkat hingga 42,93 persen,” ujarnya.
Secara struktur, perekonomian Jakarta masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor sebesar 18,06 persen. Disusul sektor jasa keuangan sebesar 11,08 persen dan industri pengolahan sebesar 10,96 persen.
Untuk sektor dengan pertumbuhan tertinggi, penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan 10,84 persen, diikuti jasa lainnya 8,37 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,31 persen.
“Penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, diikuti jasa lainnya serta transportasi dan pergudangan,” tandasnya.
Meski demikian, beberapa sektor masih mengalami kontraksi, di antaranya pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas, serta pertanian dan pengadaan air.
Dengan capaian tersebut, BPS menilai perekonomian Jakarta pada awal 2026 tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi, meskipun terdapat perlambatan pada beberapa sektor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....