Hutan Kota Rawa Malang: Hutan Tersembunyi di Cilincing

  • 02 Mei 2026 09:05 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk dan suhu panas Jakarta Utara, terdapat sebuah "oase" hijau seluas 5,7 hektar yang menawarkan kesejukan luar biasa. Namun sayangnya, Hutan Kota Rawa Malang yang terletak di Kelurahan Semper Timur, Cilincing, ini masih sepi peminat akibat terkendala akses jalan yang memprihatinkan.

Pak Heriana, Koordinator Pamdal Hutan Kota Kecamatan Cilincing, mengungkapkan bahwa hutan kota ini sebenarnya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam bagi warga Jakarta. Namun, lokasinya yang sulit dijangkau membuat tingkat kunjungan di sini menjadi yang paling minim dibandingkan hutan kota lainnya di Cilincing, seperti Hutan Kota Sukapura atau Rorotan.

"Kalau kita berada di dalam Hutan Kota Rawa Malang, rasanya seperti tidak sedang di Jakarta. Udaranya sejuk dan rindang. Tapi masalah utamanya adalah akses jalan yang hingga kini belum diperbaiki, mungkin karena kendala status kepemilikan lahan atau kebijakan anggaran," ujar Heriana saat ditemui RRI Jakarta, Kamis 20 April 2026.

Hutan Kota Rawa Malang memiliki sejarah transformasi yang panjang. Sebelum menjadi kawasan hijau, lahan ini merupakan tempat pembuangan sampah yang merusak lingkungan. Pemerintah kemudian melakukan pembebasan lahan pada tahun 2011 dan mulai menanam pohon secara bertahap pada 2012.

Momen bersejarah terjadi pada tahun 2014, saat Presiden Joko Widodo—yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta—ikut menanam pohon pelindung di area depan hutan kota ini. Dari total luas lahan, sekitar 4,7 hektar dipenuhi pepohonan rimbun, sementara 1 hektar sisanya difungsikan sebagai danau resapan air untuk mengendalikan banjir di wilayah sekitar.

Meski beberapa perbaikan seperti pagar dan jalur lari (jogging track) di sekitar danau telah dilakukan melalui program Community Action Plan pada 2022-2023, fasilitas tersebut dinilai masih jauh dari maksimal.

Rencana besar untuk menjadikan hutan kota ini sebagai pusat aktivitas warga sebenarnya sudah ada. Heriana menyebutkan bahwa pihak akademisi dari Universitas Pelita Harapan (UPH) bahkan sempat membuat desain pengembangan yang mencakup ruang baca, area UMKM, hingga jalur jogging yang mengelilingi seluruh area hutan.

"Harapan kami, akses jalan diperbaiki terlebih dahulu. Orang harus bisa sampai ke sini dengan mudah dulu, baru setelah itu kita tambah fasilitas penunjang lainnya agar manfaatnya bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat Jakarta Utara," pungkasnya.

Hutan Kota Rawa Malang kini tetap berdiri kokoh sebagai paru-paru kota, menunggu uluran tangan pemerintah provinsi untuk membuka "pintu" akses bagi warga yang merindukan udara segar di tengah belantara beton Jakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....