Dinsos Perkuat Penanganan Bencana dan Perlindungan Korban Terdampak

  • 29 Apr 2026 11:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Sosial memperkuat penanganan bencana dan perlindungan bagi para korban terdampak melalui berbagai program bantuan dan layanan terpadu. Berbagai bantuan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, mulai dari makanan siap saji hingga perlengkapan keluarga seperti sabun, handuk, dan kebutuhan harian lainnya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Rizaldi, menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan dukungan psikososial bagi korban, terutama anak-anak yang rentan mengalami trauma pascabencana. Selain itu, pihaknya juga menyediakan bantuan alat kebersihan dan perlengkapan dapur juga diberikan untuk mempercepat proses pemulihan mandiri korban.

“Kami juga menyediakan layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak yang terdampak agar mereka bisa kembali pulih secara mental,” ujar Rizaldi saat wawancara bersama Pro 1 dalam progam Astacita, Rabu, 29 April 2026.

Selain bantuan fisik dan psikologis, Dinas Sosial juga berperan dalam memediasi potensi konflik yang muncul di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi tetap kondusif selama masa tanggap darurat.

Dalam penyaluran bantuan, Dinsos mengedepankan proses asesmen agar bantuan tepat sasaran. Pendataan dilakukan secara rinci, mencakup jumlah korban, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, hingga penyandang disabilitas.

“Semua data kami kumpulkan terlebih dahulu, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan para korban,” jelasnya.

Untuk mendukung kebutuhan pangan, Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum yang menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi. Langkah ini dilakukan setelah jumlah korban dan kebutuhan dasar teridentifikasi dengan jelas.

Rizaldi menambahkan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba. Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti BPBD serta memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Dinsos juga melibatkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang menjadi garda terdepan dalam penanganan awal. "Kolaborasi dengan masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat respons," jelasnya.

Sebagai penutup, Dinas Sosial mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta aktif mengikuti edukasi dan simulasi kebencanaan guna meminimalkan risiko di masa mendatang.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak. Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama yang kuat, kita bisa meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan korban,” tutup Rizaldi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....