KRL Mania: Masyarakat Ragu Naik Transportasi Umum Pasca Insiden Bekasi

  • 29 Apr 2026 10:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Insiden KRL di Bekasi memicu keraguan publik terhadap tingkat keselamatan transportasi khususnya kereta rel listrik (KRL). Kejadian ini membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan kembali rasa aman saat menggunakan transportasi.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para pengguna setia transportasi KRL yang setiap hari bergantung pada layanan tersebut untuk beraktivitas. Banyak calon penumpang mengaku ragu untuk kembali menggunakan KRL meski kebutuhan mobilitas tetap mendesak.

Humas KRL Mania, Gusti Raganata, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut cukup mengejutkan, mengingat insiden besar jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan komunitas pengguna.

“Sejak kejadian kemarin, kami sedikit kurang percaya. Ini cukup mengejutkan karena sudah lama tidak ada kejadian sebesar ini,” ujar Gusti saat wawancara bersama Pro 1 Jakarta, Selasa (28 April 2026).

Menurutnya, insiden tersebut berpotensi lebih memengaruhi calon pengguna baru dibandingkan pengguna lama yang sudah terbiasa menggunakan KRL. Namun demikian, rasa aman tetap menjadi perhatian utama semua kalangan.

Gusti juga menyoroti bahwa penumpang di gerbong tertentu, seperti gerbong perempuan yang berada di posisi tertentu, dinilai lebih rentan dalam situasi kecelakaan. Selain itu, isu perlintasan sebidang yang belum sepenuhnya aman juga kembali mencuat.

“Masih banyak perlintasan yang perlu diperbaiki. Ini jadi bahan diskusi kami karena menyangkut keselamatan banyak orang,” katanya.

Dari sisi operasional, komunitas KRL Mania menilai masih terdapat kelemahan dalam sistem, khususnya terkait keterlambatan respons dan teknologi persinyalan. Modernisasi sistem dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan adanya keterlambatan dalam sistem komunikasi dan pengendalian menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Selain itu, Gusti menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dari operator kepada penumpang saat terjadi kondisi darurat. "Informasi yang tepat dinilai mampu mengurangi kepanikan dan membantu proses evakuasi," jelasnya.

Sebagai rekomendasi, komunitas KRL Mania mendorong penutupan seluruh perlintasan sebidang, peningkatan teknologi keamanan, serta keterbukaan informasi dari operator dan pemerintah untuk membangun kembali kepercayaan publik.

"Untuk mengembalikan kepercayaan publik, Pemerintah dan pihak KAI harus bekerja keras dengan cara transparansi informasi dan pembenahan sistem keamanan transportasi," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....