BBPOM di Jakarta Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Tramadol
- 24 Apr 2026 13:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta mengingatkan bahaya penyalahgunaan tramadol, mengingat dampaknya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Untuk itu, BBPOM di Jakarta menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, serta Edukasi Obat dan Makanan, di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis 23 April 2026. Adapun kegiatan tersebut mengusung tema ‘Waspada Peredaran dan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)’
“Tiga jenis obat-obat tertentu yang paling rawan dan sering disalahgunakan adalah tramadol, triheksifenidil (Hexymer), dan dekstrometorfan. Penggunaan obat tersebut tanpa resep dokter dapat merusak organ tubuh hingga kematian. Selain itu, dampak yang ditimbulkan adalah mempengaruhi mental akibat overdosis, hingga memicu berbagai masalah sosial, seperti konflik dan tawuran,” ujar Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar, pada Jumat 24 April 2026.
Kegiatan yang dihadiri oleh perangkat kecamatan Tanjung Priok dan kelurahan Papanggo, serta 300 orang warga dari berbagai kalangan masyarakat. Seperti anggota LMK, pengurus RW, ibu rumah tangga, pedagang, dan karang taruna. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obat tertentu.
Ia juga mengingatkan bahwa penjualan OOT kini merambah ke platform daring. Masyarakat pun didorong untuk aktif melaporkan temuan mencurigakan melalui aplikasi BPOM Mobile.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan bahwa masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, sebelum mengonsumsi produk obat maupun makanan.
“Mari kita menjadi masyarakat yang peduli terhadap keamanan obat dan makanan yang kitakonsumsi," kata Charles.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat tertentu, serta mampu menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, kesadaran akan risiko penyalahgunaan OOT dapat terus meningkat, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....