Momentum May Day, Massa Aksi Diharapkan Jaga Kondusivitas

  • 21 Apr 2026 19:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang diwarnai rencana aksi penyampaian aspirasi oleh berbagai elemen pekerja di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Aktivis pergerakan, Bimo Prawiro, menyampaikan apresiasi atas rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi sinyal positif bahwa pemerintah memberi perhatian terhadap isu-isu ketenagakerjaan.

“Kami mengapresiasi rencana kehadiran Presiden dalam peringatan May Day 2026. Ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap aspirasi dan isu-isu ketenagakerjaan,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Bimo menegaskan, May Day merupakan momentum penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian aksi tetap berlangsung secara damai, tertib, dan bermartabat.

“May Day adalah momentum penting bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi, namun harus dijaga agar tetap kondusif,” katanya.

Adapun sejumlah tuntutan yang akan disuarakan meliputi kenaikan upah minimum tahun 2026, revisi UMP DKI 2026, penghapusan sistem outsourcing, pengesahan undang-undang ketenagakerjaan, serta reformasi di bidang perpajakan dan jaminan sosial.

Lebih lanjut, ia mengimbau para peserta aksi untuk tetap fokus pada substansi perjuangan agar aspirasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh semua pihak.

“Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap fokus pada tujuan utama, sehingga pesan yang disampaikan tidak teralihkan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan selama aksi berlangsung. Menurutnya, adanya pihak-pihak yang mencoba mengganggu jalannya aksi dapat mengalihkan fokus perjuangan buruh.

“Kewaspadaan perlu ditingkatkan agar aksi tetap berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.

Bimo menilai, aksi yang berlangsung tertib dan kondusif justru akan memperkuat posisi tawar pekerja dalam menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

“Aksi yang kondusif akan memperkuat posisi tawar pekerja,” tutupnya.

Seluruh pihak pun diharapkan dapat menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung, sehingga penyampaian aspirasi berjalan damai dan sesuai ketentuan yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....