Peringati Hari Kartini, Jakbar Dorong Peran Perempuan Hadapi Krisis Pangan
- 21 Apr 2026 17:32 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Jakarta Barat berkolaborasi dengan anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Hilda Kusuma Dewi, dalam mendorong peran perempuan menghadapi potensi krisis pangan melalui kegiatan urban farming.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi contoh nyata sinergi harmonis antara legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Sinergi seperti inilah yang membuat program pemerintah dapat berjalan lancar di lapangan. Lokasi acara di RT 09 ini juga sangat luar biasa; ruang terbuka hijaunya memberikan suasana segar dan nyaman di tengah hiruk pikuk kota,” ujar Iin, Selasa, 21 April 2026.
Menurut Iin, perempuan saat ini memiliki ruang yang luas untuk berkiprah sebagai pemimpin di berbagai sektor. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menunjang keberhasilan tersebut.
“Perempuan itu multi-talenta. Dalam sistem kenegaraan kita mengenal istilah Ibu Kota dan Ibu Pertiwi, yang menunjukkan bahwa perempuan adalah pondasi,” kata Iin.
“Namun, dukungan laki-laki hebat di sekeliling, baik suami, ayah, maupun anak, sangat krusial bagi kemajuan perempuan,” sambungnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Hilda Kusuma Dewi, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, terutama di tengah ancaman krisis akibat kondisi ekonomi yang tidak menentu dan musim kemarau panjang.
“Kita sebagai perempuan harus siap siaga. Siap siaga dalam hal apa? Tentunya kita siap siaga, tentunya kalau ibu-ibu kan menyikapi kesediaan pangan tentunya,” tegasnya.
Hilda menyampaikan, pihaknya bersama sejumlah masyarakat melakukan penanaman berbagai komoditas pangan alternatif seperti singkong, ubi, jagung, labu madu, serta sayuran seperti kangkung dan caisim.
Ia menjelaskan, tanaman yang dipilih merupakan jenis yang mudah dibudidayakan di wilayah perkotaan dan memiliki masa panen relatif singkat, yakni kurang dari tiga bulan.
“Di Jakarta ini kesuburan tingkat tanahnya untuk menanam padi kan juga cukup sulit ya, kurang. Jadi tanaman pengganti itu cukup mudah dan dalam jangka waktu mungkin kurang dari tiga bulan itu bisa segera kita panen,” kata Hilda.
Menurutnya, urban farming juga menjadi solusi konkret dalam membantu perempuan mengelola ekonomi rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Dengan menanam sendiri, keluarga bisa tetap memenuhi kebutuhan pangan sehat sekaligus menekan pengeluaran,” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....