Kondisi Waduk Rawa Malang: Rawan Pencurian dan Tawuran
- 21 Apr 2026 06:58 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Waduk Rawa Malang yang berlokasi di Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, kini menjadi sorotan warga sekitar. Meski baru selesai dibangun pada periode 2023-2024, kondisi infrastruktur yang diharapkan menjadi pengendali banjir sekaligus ruang publik ini justru tampak memprihatinkan dan tak terurus.
Ahmad Saddam, pengurus RT 09/RW 10 Kampung Rawa Malang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi waduk saat ini. Menurutnya, waduk yang dibangun dengan dana pajak masyarakat tersebut terkesan mubazir karena tidak memiliki akses masuk bagi warga dan minim pemeliharaan.
“Kondisinya kurang terawat. Petugas perawatannya tidak ada, hanya petugas SDA di rumah pompa saja. Kami sebagai warga bingung, ada waduk tapi tidak ada pintu akses masuknya,” ujar Saddam saat ditemui di lokasi.
Saddam menjelaskan bahwa waduk tersebut dikelilingi oleh tembok tinggi di seluruh sisinya—mulai dari tembok jalan tol hingga tembok pembatas proyek waduk itu sendiri—sehingga warga tidak bisa memanfaatkannya secara optimal.
Padahal, sebelum kondisinya menurun dalam setahun terakhir, area sekitar waduk sempat menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga pagi dan sore. Namun, akibat aliran air dari saluran pembuangan yang membawa lumpur ke dalam waduk, kini area tersebut menjadi kumuh dan enggan didatangi.
“Dulu setiap pagi ramai orang joging, ibu-ibu juga sering ke sini. Tapi sekarang ada genangan lumpur, jadi warga agak segan,” tambahnya.
Kondisi waduk yang sepi dan tertutup ini juga sempat memicu kerawanan sosial. Saddam menyebutkan bahwa area tersebut pernah beberapa kali dijadikan tempat tawuran oleh oknum pemuda. Meski saat ini situasi mulai kondusif berkat kerja sama pengurus wilayah dan aparat tiga pilar (TNI, Polri, dan Kelurahan), namun kekhawatiran warga tetap ada selama area tersebut tidak dikelola dengan jelas.
Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Pemerintah Kota Jakarta Utara dapat segera turun tangan untuk melakukan penataan. Mereka bermimpi Waduk Rawamalang bisa dikelola seperti Danau Sunter, yang menjadi pusat ekonomi mikro dan wisata warga.
“Harapan kami bisa dijadikan tempat wisata baru di Semper Timur. Bisa ada kegiatan Car Free Day, UMKM, atau event warga lainnya. Sayang kalau cuma dibangun tapi sia-sia, ini kan uang pajak rakyat, nilainya tidak sedikit,” pungkas Saddam.
Hingga saat ini, warga masih menanti kepastian mengenai perizinan pengelolaan dan perbaikan fasilitas waduk agar dapat kembali bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA) Jakarta Utara, Heria Suwandi saat cintai. Keterangan terkau Waduk Rawa malang mengatakan bahwa waduk terawat dengan baik oleh pihak ketiga (penyedia jasa yg berkontrak dengan Dinas SDA) karena masih dalam masa pemeliharaan, hanya saja di waduk tersebut merupakan daerah rawan pencurian sarana pendukung waduk, berupa pagar besi, kabel-kabel lampu penerangan dan juga menjadi tempat tawuran warga (dengan sajam).
"Pagar-pagar juga dibongkar/dijebol oknum. Justru untuk menghindari hal tersebut dari pihak Rw, lurah dan camat meminta pagar yang dijebol diperbaiki/dipasang kembali, " ujar Heria.
Heria menjelaskan nanti setelah masa pemeliharaan oleh penyedia selesai, pemerintah akan melakukan pengelolaan lebih lanjut.
"Perbaikan telah kami lakukan, namun kejadian berulang masih terjadi. Mengingat keterbatasan personel maka kami juga dibantu oleh kelurahan/kecamatan, " kata Heria.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....