Nelayan Cilincing Gelar Parade Kapal Protes Pembangunan Proyek
- 14 Apr 2026 18:09 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Komunitas nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, memprotes proyek yang dinilai mengancam mata pencaharian mereka. Aksi dilakukan melalui parade kapal di kawasan Tanggul Retensi Cilincing, Selasa, 14 April 2026.
Dalam aksi tersebut, nelayan menuntut agar jalur laut tetap aman dan dapat dilintasi kapal tradisional. Mereka menilai keberadaan proyek yang menjorok ke arah muara berpotensi mengganggu keselamatan sekaligus berdampak langsung pada ekonomi warga.
Perwakilan nelayan, Edi Kurniawan, mengatakan aktivitas proyek telah memicu insiden di lapangan. Salah satunya, perahu nelayan yang sempat kandas setelah baling-baling tersangkut sampah di sekitar area pembangunan.
“Kemarin ada yang berpapasan saat mau keluar, terus kena sampah. Perahunya pinggir-pinggir terus kena waterbridge. Akhirnya sempat dievakuasi oleh teman-teman yang bekerja di situ,” ujar Edi saat ditemui di lokasi aksi.
Edi menegaskan, aksi ini merupakan langkah awal untuk memperjuangkan hak nelayan. Pihaknya akan menempuh jalur resmi melalui pengiriman surat dan permintaan audiensi kepada pihak terkait.
Namun, ia mengingatkan, jika tuntutan tersebut tidak direspons, nelayan siap menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar, termasuk longmarch ke Balai Kota.
“Minimal kita sudah lakukan aksi, habis ini kita bersurat. Pasti bakal ada audiensi. Tapi kalau setelah audiensi tetap tidak didengar, kita bakal lakukan hal yang lebih besar dari ini,” ucapnya.
Sementara itu, nelayan lain, Casmadi (54) yang sudah melaut selama lebih dari 20 tahun, mengaku pendapatannya menurun sejak proyek berjalan. Ia menyebut jarak tempuh melaut kini semakin jauh dibanding sebelumnya.
Dulu, menurut Casmadi, mendapatkan penghasilan kotor Rp1 juta dalam sehari bukanlah hal yang sulit. Namun kini, untuk mencapai angka tersebut saja mereka harus berjuang ekstra karena lokasi tangkapan ikan yang semakin jauh ke tengah laut akibat terganggu oleh aktivitas proyek.
"Dulu sebelum ada pembangunan, cari ikan 10-15 menit sudah dapat. Sekarang harus lebih jauh lagi. Pendapatan menurun sangat signifikan," kata Casmadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....