Ribuan Pohon Rawan Tumbang di Jakpus Telah Dipangkas

  • 11 Apr 2026 10:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pemerintah daerah di Indonesia, khususnya di wilayah DKI Jakarta, melaporkan adanya ribuan pohon yang dikategorikan rawan tumbang. Sebanyak 3035 pohon rawan tumbang yang tersebar di delapan kecamatan telah dipangkas personel Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat, sejak Januari hingga pekan pertama April 2026.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan kerugian material, gangguan aktivitas masyarakat, hingga korban jiwa, terutama pada saat terjadi cuaca ekstrem. Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan, pemangkasan menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan melalui kanal pengaduan maupun surat serta hasil pemantauan petugas di lapangan.

"Pemangkasan dilakukan untuk antisipasi pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang," ujar Mila dikutip dari berita resmi Beritajakarta.id Kamis, 09 April 2026.

Mila menjabarkan, dari 3035 pohon rawan tumbang tersebut, sebanyak 521 dilakukan pemangkasan ringan, 1749 sedang, 647 berat dan 118 pohon ditebang. Langkah ini difokuskan pada pohon yang memiliki struktur rapuh, cabang terlalu rimbun, atau berada di lokasi strategis seperti tepi jalan dan kawasan padat aktivitas.

"Petugas kami juga telah tangani 37 pohon sempal dan 38 pohon tumbang selama Januari hingga awal April," tandasnya.

Penanganan dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari pemangkasan ringan hingga penebangan total terhadap pohon yang dinilai tidak lagi layak dipertahankan. Upaya ini terbukti efektif dalam menurunkan jumlah kejadian pohon tumbang secara signifikan dalam kurun waktu berikutnya.

Fenomena “ribuan pohon rawan tumbang” merupakan kondisi nyata yang terjadi di berbagai wilayah perkotaan, khususnya di DKI Jakarta. Namun, istilah tersebut tidak merujuk pada kejadian pohon tumbang secara bersamaan, melainkan pada jumlah pohon yang teridentifikasi berisiko dan sedang dalam proses penanganan.

( Zahira Maharani – Universitas Ibnu Chaldun).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....