Pengolahan Sampah Madiri di Pasar Kramat Jati Mulai Operasi Maret 2027

  • 08 Apr 2026 17:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perumda Pasar Jaya menargetkan fasilitas pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai beroperasi pada Maret 2027. Program tersebut disiapkan sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan proyek tersebut kini telah memasuki tahap perencanaan teknis yang matang, termasuk rampungnya detail engineering design (DED). “Insya Allah Maret 2027 tahap awal sudah bisa beroperasi. Kita sudah sampai penyelesaian DED,” ujar Agus di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut dirancang untuk mempercepat penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah pasar di ibu kota.

Dengan sistem pengolahan mandiri, seluruh sampah diharapkan dapat ditangani langsung di lokasi tanpa perlu diangkut ke luar wilayah. Saat ini, volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai sekitar 200 ton per hari. Kapasitas fasilitas pun disesuaikan agar mampu mengolah seluruh sampah tersebut.

“Jadi bisa diselesaikan di tempat, tidak perlu dikirim ke Bantargebang. Untuk memastikan efektivitas teknologi, kami menggandeng Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB) sebagai mitra teknis,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia menilai pengolahan mandiri dapat membantu mengurangi beban TPST Bantargebang.

Menurut Nova, total sampah dari pasar di Jakarta mencapai sekitar 500 ton per hari, dengan 200 ton berasal dari Kramat Jati.

“Ini harus menjadi evaluasi agar sistem pengelolaan sampah ke depan berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Dengan kapasitas TPST Bantargebang yang sudah menampung sekitar 7.800 ton sampah per hari, proyek tersebut diharapkan menjadi solusi konkret sekaligus percontohan pengelolaan sampah pasar yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....