Tumpukan Sampah di Rusunawa Angke Mulai Dibersihkan

  • 06 Apr 2026 18:10 WIB
  •  Jakarta

‎RRI.CO.ID, Jakarta - Tumpukan sampah di permukiman warga Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat, yang sebelumnya sempat menggunung, kini mulai menunjukkan tanda-tanda pembersihan.

‎Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi, pada Senin, 6 April 2026 sore, kondisi sampah yang sebelumnya memenuhi lorong antarbangunan berangsur mereda setelah petugas kebersihan mulai melakukan pengangkutan.

‎Meski demikian, sisa-sisa limbah domestik masih terlihat berserakan di sejumlah titik di kawasan Rusunawa Angke.

‎Bau menyengat pun masih tercium cukup kuat, mengingat sampah itu telah mengendap dalam waktu yang cukup lama.

‎Kondisi inipun menyisakan trauma bagi warga sekitar, salah satunya Masruroh (67) , seorang pedagang sayuran yang telah berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2010.

‎Selama 16 tahun berdagang, Masruroh mengaku baru kali ini merasakan kondisi tumpukan sampah yang begitu memprihatinkan.

‎Menurutnya, puncaknya terjadi dalam setahun terakhir, di mana sampah tidak hanya menggunung, tetapi juga merusak bangunan tempatnya mencari nafkah.

‎“Dulu orang tidak buang sampah di sini. Sekarang dari mana-mana, baunya juga parah dan sampahnya sampai berbulan-bulan tidak diangkut," kata Masruroh saat ditemui RRI Jakarta di lokasi, Senin.

‎Dia mengatakan, kondisi ini sangat berdampak buruk terhadap dirinya. Ia mengaku harus tetap berjualan di tengah kondisi lingkungan yang sangat tidak sehat itu.

‎ "Sampai air (lindi) ke mana-mana, ada belatung juga lah, namnaya juga kan saya dagang sayur di samping ini (tempat sampah) , kalau nggak dagang gimana ngurusin anak," katanya.

‎Masruroh mengungkapkan, kondisi tumpukan sampah itu sempat mengakibatkan tembok di area dagangnya roboh lantaran tak kuat menahan beban sampah yang menggunung hingga setinggi atap.

‎ "Sampai tembok saya itu 'brug', roboh karena menampung sampah itu. Sampahnya sampai ke atas (menumpuk)," ucapnya.

‎Meskipun begitu, Masruroh tak punya pilihan selain bertahan, lantaran anak-anaknya yang hingga saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

Namun, ia tetap menjajakan sayurannya meski hanya berjarak beberapa jengkal dari tumpukan smpah yang dipenuhi belatung dan air lindi yang mengalir ke mana-mana.

‎ "Kadang juga ada belatung yang keluar-keluaran. Tapi ya saya mau gimana lagi, anak masih belum pada mapan, kadang kerja kadang nggak. Jadi saya dagang, tidurnya pun kadang di sini," tuturnya.

‎Di usianya yang sudah memasuki 67 tahun itu, Masruroh berharap ada pengawasan lebih ketat terhadap kebersihan serta peningkatan kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya.

‎Menurut dia, jika lingkungan bersih dan aman, masyarakat juga tentu akan merasakan dampak yang positif.

‎ "Pengennya saya mah bersih. Siapa pun yang mengatur, yang penting saya maunya bersih dan aman," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....