Dukcapil Jakbar Jemput Bola Pendataan Pendatang Baru di Kapuk

  • 06 Apr 2026 16:33 WIB
  •  Jakarta

‎RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Barat melakukan sosialisasi sekaligus pendataan terhadap pendatang baru pasca arus mudik Lebaran 2026.

‎Kegiatan ini digelar langsung di RW 016, Kelurahan Kapuk, yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan jumlah penduduk terbanyak di Jakarta Barat.

‎Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Barat, Gentina Arifin, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendatang baru yang masuk ke wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Barat.

‎"Kegiatan pendataan ini kami gelar untuk mengetahui berapa banyak warga luar DKI, khususnya di Jakarta Barat, yang datang ke Jakarta setelah Lebaran, baik yang menetap maupun sementara," kata Gentina saat ditemui di lokasi, Senin, 6 April 2026.

‎Gentina menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mendata dua kategori pendatang, yakni warga yang menetap secara permanen dan warga yang tinggal sementara.

‎"Kalau bagi warga pendatang baru yang pindah untuk menetap, maka wajib membawa surat pindah dari daerah asalnya. Sementara untuk yang tinggal sementara tidak lebih dari satu tahun, akan kami berikan dokumen penduduk non-permanen," ujarnya.

‎Ia menambahkan, dalam kegiatan layanan administrasi kependudukan (Biduk) di Pos RW 16 Kelurahan Kapuk itu, tercatat total 142 pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

‎"Rinciannya, konsultasi sebanyak 20 layanan, pendataan non-permanen 31 orang, KTP rusak 21 layanan, perekaman KTP 41 orang, Kartu Keluarga 8 layanan, serta Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebanyak 21 layanan. Total pelayanan mencapai 142," jelas Gentina.

‎Tak hanya itu, petugas dari Sudin Dukcapil juga melakukan sosialisasi kepada warga pendatang agar segera melapor ke pengurus lingkungan setempat.

‎“Kami mengimbau pendatang baru untuk melapor ke RT/RW dalam waktu 1x24 jam. Setelah itu, mereka juga harus melapor ke Dukcapil untuk mendapatkan dokumen kependudukan,” tambahnya.

‎Lebih jauh, Gentina mengungkapkan bahwa Kelurahan Kapuk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

‎"Kami pilih Kelurahan Kapuk karena merupakan salah satu wilayah terpadat. Di RW 16 saja tercatat ada sekitar 23.000 jiwa dengan 25 RT," ungkapnya.

‎Sementara itu, Kasatpel Dukcapil Kelurahan Kapuk, Surtinah, menyebut mayoritas pendatang baru berusia di atas 25 tahun dan berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur.

‎“Biasanya mereka datang untuk ikut saudara atau mencari pekerjaan di Jakarta,” kata Surtinah.

‎Ia menambahkan, kegiatan pendataan ini akan berlangsung hingga 20 April 2026 dan dilakukan secara bertahap.

‎"Untuk pendataan permanen hingga saat ini di Kelurahan Kapuk yang sudah terdata ada 16 orang dan ini akan berlangsung sampai tanggal 20 April," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....