Progres Pembangunan Pasar Muara Karang Capai 35 Persen
- 02 Apr 2026 12:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Revitalisasi Pasar Muara Karang (PMK) di kawasan Pluit, Jakarta Utara, mulai menunjukkan sinyal kuat sebagai magnet ekonomi baru. Hingga akhir Maret 2026, progres pembangunan telah mencapai 35 persen, namun tingkat keterisian lapak dan kios sudah mendekati 70 persen.
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) sebagai pengelola memastikan proyek telah melewati fase paling krusial. Seluruh pekerjaan pondasi dan struktur bawah telah rampung 100 persen, sementara pembangunan struktur atas kini dikebut dan sudah mencapai lantai 6 untuk sekitar 50 persen area bangunan.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin optimis bahwa target operasional penuh pada Kuartal IV (Q4) 2026 dapat tercapai sesuai jadwal. Ia menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan wajah baru pasar rakyat yang lebih modern dan kompetitif.
“Transformasi ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih representatif, bersih, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di Jakarta Utara,” ujar Iwan.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan, revitalisasi PMK menjadi bagian dari agenda besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat daya saing kota menuju level global. Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pembangunan infrastruktur perdagangan diarahkan agar lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.
“Tak hanya soal bangunan, konsep pasar ini juga dirancang untuk membentuk ekosistem ekonomi yang lebih tertata dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban. Pasar tidak lagi sekadar tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan budaya yang hidup,” ujarnya.
Ke depan, Pasar Muara Karang akan hadir sebagai pasar modern terpadu dengan berbagai fasilitas unggulan. Mulai dari sistem sirkulasi udara yang optimal, area parkir luas, hingga zonasi pedagang yang lebih rapi dan terintegrasi. Bahkan, tersedia fasilitas penunjang seperti sport center di lantai 6 yang menambah nilai fungsi kawasan.
Iwan menambahkan, kehadiran wajah baru PMK diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi utama di Jakarta Utara.
Menariknya, tingginya minat pelaku usaha yang tercermin dari okupansi hampir 70 persen menunjukkan bahwa pasar ini sudah “hidup” sebelum resmi beroperasi. Fenomena ini memperlihatkan pergeseran cara pandang terhadap pasar tradisional yang kini mulai bertransformasi menjadi ruang usaha modern dengan daya saing tinggi.
Bagi pelaku usaha yang belum bergabung, peluang masih terbuka. PMK menawarkan kemitraan dalam ekosistem bisnis yang lebih tertata, modern, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang sebuah langkah strategis di tengah dinamika ekonomi perkotaan yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....