LH Jakbar Kerahkan Alat Berat untuk Angkut Sampah di Pasar Kopro

  • 31 Mar 2026 20:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mengerahkan alat berat untuk mengangkut tumpukan sampah di sekitar kawasan Pasar Kopro, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, setelah dikeluhkan warga.

‎“Tadi sudah kita terjunkan petugas dengan satu unit alat berat pengeruk dan tiga truk kapasitas besar,” kata Kepala Sudin LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi, saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Maret 2026.

‎Ia memastikan, proses pengangkutan telah rampung dan kondisi lokasi sudah kembali bersih pada sore hari. “Sudah selesai, dan itu sampahnya bukan di dalam area pasar, melainkan di luar pasar. Kalau di dalam pasar tetap steril,” tegasnya.

‎Hariadi menjelaskan, keterlambatan pengangkutan sampah sebelumnya terjadi akibat pembatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, imbas longsor yang terjadi pada 8 Maret 2026.

‎Akibatnya, pengangkutan sampah tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh titik. “Memang tidak bisa simultan. Kita prioritaskan dulu titik-titik tertentu, terutama di jalan protokol,” katanya.

‎Ia menambahkan, penanganan sampah di sekitar Pasar Kopro biasanya menggunakan truk “arm roll” berkapasitas kecil dengan sistem penjadwalan.

‎“Jadi bukan tidak diangkut, hanya memang ada jadwalnya,” ujar Hariadi.

‎Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Grogol Petamburan, Udin Mahmudin, membenarkan bahwa penumpukan terjadi pasca-Lebaran akibat pembatasan pengiriman sampah ke Bantar Gebang.

‎“Biasanya kita punya kuota 38 armada per hari, tapi sempat turun jadi 12 armada. Makanya terjadi penumpukan,” jelas Udin.

‎Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya mengerahkan tiga armada truk dan satu alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan. “Insya Allah hari ini sudah steril,” katanya.

‎Udin juga menyebut kondisi di TPST Bantar Gebang mulai berangsur pulih, dengan kuota pengangkutan yang kini meningkat menjadi sekitar 24 armada per hari. “Pelan-pelan kita bereskan, dan pasti akan dibersihkan kembali,” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....