Pemkot Jakbar Terapkan Pengangkutan Bertahap Imbas Pembatasan Kuota Sampah
- 31 Mar 2026 20:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mengangkut sampah secara bertahap guna mengatasi pembatasan kuota pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang mencapai 38 persen.
Kepala Sudin LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi, menjelaskan bahwa strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas truk besar untuk mengangkut sampah hasil pengumpulan dari kendaraan kecil.
“Truk-truk kecil tidak langsung kita operasikan ke Bantar Gebang. Sampahnya kita padatkan dulu ke truk besar, baru kemudian diangkut,” ujar Hariadi saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Maret 2026.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi solusi atas berkurangnya kuota pengiriman sampah dari sebelumnya 308 truk per hari menjadi hanya 190 truk per hari sejak insiden longsor di TPST Bantar Gebang pada 8 Maret lalu.
Hariadi menyebut, pihaknya juga menerapkan sistem dua kali perjalanan (rit) untuk memaksimalkan pengangkutan.
“Kita kirim dua rit. Yang biasanya satu rit, sekarang jadi dua. Satu rit untuk angkutan rutin, satu rit lagi untuk sampah gabungan dari beberapa truk kecil,” jelasnya.
Selain itu, Sudin LH Jakbar juga memprioritaskan penanganan sampah di jalan-jalan protokol agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
“Sampah di jalan protokol kita selesaikan lebih dulu supaya tidak ada penumpukan. Untuk TPS lainnya kita tangani dengan armada yang tersedia,” katanya.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Barat mengakui penumpukan sampah di sejumlah TPS, termasuk di kawasan Jalan Kali Kanal Banjir Barat (KBB), Kalianyar, Tambora, terjadi akibat pembatasan kuota pembuangan ke Bantar Gebang.
Hariadi menjelaskan, dampak pembatasan tersebut membuat sekitar 118 truk sampah per hari tidak dapat diangkut ke TPST. Sementara itu, produksi sampah rumah tangga tetap berjalan normal.
Di wilayah seperti Kalianyar yang belum memiliki TPS permanen, kondisi ini menyebabkan warga memanfaatkan depo sementara di pinggir kali sebagai tempat pembuangan, sehingga memicu penumpukan.
“Seharusnya itu hanya depo, tapi karena tidak ada TPS, akhirnya dijadikan tempat pembuangan. Itu yang menyebabkan sampah menumpuk,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....