Cegah Macet di Priok, Pemprov DKI Sediakan Lahan Parkir Kontainer Pelindo
- 31 Mar 2026 17:19 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pasca-Lebaran 2026. Salah satunya dengan menyediakan lahan secara gratis seluas lima hektare kepada PT Pelindo sebagai area parkir sementara kendaraan logistik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai solusi konkret agar truk kontainer tidak lagi menumpuk di badan jalan, yang selama ini menjadi pemicu kemacetan parah di Jakarta Utara, khususnya setelah periode libur panjang.
“Kami memberikan ruang kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkir, supaya tidak seperti kejadian tahun lalu,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 31 Maret 2026.
Pramono menyebut lahan tersebut difungsikan sebagai buffer area atau kawasan penyangga yang mampu menampung sekitar 200 kendaraan kontainer. Dengan adanya fasilitas tersebut, antrean kendaraan logistik dapat dialihkan dari jalan utama ke area parkir yang telah disiapkan.
Menurut Pramono, pengalaman kemacetan pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting. Saat itu, lonjakan aktivitas di pelabuhan tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang parkir, sehingga kendaraan terpaksa berhenti di badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang.
Kini, setelah kebijakan diterapkan, kondisi lalu lintas di kawasan Tanjung Priok dilaporkan tetap terkendali meski aktivitas pelabuhan kembali meningkat usai Lebaran. “Alhamdulillah sampai hari ini aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal,” kata Pramono.
Tak hanya menyediakan lahan, Pemprov DKI juga memberikan insentif berupa pembebasan retribusi penggunaan lahan selama satu minggu, terhitung mulai 30 Maret 2026. Nilai pembebasan retribusi tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.
Pramono menilai kebijakan tersebut jauh lebih efisien dibandingkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan. “Biaya yang timbul jika terjadi kemacetan seperti tahun lalu jauh lebih besar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, yang terlibat dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Ia menegaskan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga mobilitas di ibu kota tetap lancar di tengah tingginya aktivitas masyarakat.
“Pelaksanaan mudik, arus balik, hingga aktivitas di Jakarta sampai saat ini berjalan baik dan lancar,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....