JATA Minta PAM Jaya Tingkatkan Ketersediaan Air Bersih

  • 30 Mar 2026 20:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Koalisi Jaga Air Tanah Jakarta (JATA) meminta PAM Jaya untuk meningkatkan ketersediaan air bersih. Hal ini sebagai langkah untuk menghadapi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada April hingga September 2026.

Anggota Koalisi JATA, Ervan Purwanto, menekankan pentingnya kesiapan PAM Jaya dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga Jakarta. Ia pun meminta agar PAM Jaya mulai mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan air selama musim kemarau.

"PAM Jaya tidak bisa menunggu krisis terjadi. Harus ada pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan suplai, serta solusi cepat bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air alternatif," ujar Ervan, dilansir dari Antara, pada Senin 30 Maret 2026.

Ia mendorong PAM Jaya untuk memetakan sumber-sumber air baku baru, sebagai upaya mitigasi dan antisipatif karena saat suplai berkurang, maka tekanan air ikut berkurang. Hal itu disebut dapat memengaruhi hasil air pada skala rumah tangga.

"Daerah rawan harus ada solusi alternatif, seperti memperbanyak tandon air dan tangki air bersih," katanya.

Selain itu, Ia jug menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta agar lebih tegas dalam mengawasi penggunaan air tanah.

Menurut Ervan, eksploitasi air tanah yang berlebihan oleh sektor komersial dan perkantoran berpotensi memperparah krisis air saat kemarau.

Adapun sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya musim kemarau di Indonesia tahun ini datang lebih awal, yakni mulai April, dengan waktu lebih panjang dan cenderung kering. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Juli-September, dengan 61,4 persen wilayah mengalami puncaknya pada Agustus mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....