Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas SDA Percepat Pengerukan Kali/Waduk

  • 26 Mar 2026 20:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus memperkuat langkah antisipatif untuk memitigasi potensi banjir di tengah cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi. Sejumlah upaya dilakukan, antara lain optimalisasi infrastruktur pengendali banjir melalui penyiagaan pompa, penerapan sistem polder, serta pemeliharaan badan air agar tetap berfungsi optimal.

“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, pada Kamis, 26 Maret 2026.


Ika menjelaskan penyiagaan sarana dan prasarana pengendali banjir terus dilakukan, meliputi pompa stasioner, pompa mobile, hingga pintu air agar dapat bekerja maksimal, baik pada fase prabanjir maupun saat penanganan banjir berlangsung. Berdasarkan data hingga 13 Maret 2026, terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi.

“Saat ini tersedia 537 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Pompa mobile difungsikan untuk menjangkau titik genangan yang tidak dapat dilayani pompa stasioner,” ujarnya.

Untuk mengoptimalkan kapasitas drainase, pihaknya juga mempercepat pengerukan pada berbagai infrastruktur pengendali banjir, seperti sungai, kali, serta waduk, situ, dan embung. Hingga 13 Maret 2026, volume pengerukan di lima wilayah kota administrasi telah mencapai 123.393 meter kubik.

“Kegiatan ini dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas ke berbagai badan air lainnya guna meningkatkan daya tampung,” ujarnya.

Lebih lanjut Ika menjelaskan, sepanjang 2025, total volume pengerukan tercatat mencapai 919.173 meter kubik. Dalam mendukung kegiatan ini, Dinas SDA mengerahkan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck.


Dinas SDA juga menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) atau Pasukan Biru yang siap bergerak saat terjadi banjir. Mereka bertugas mendukung operasional pompa serta memastikan genangan dapat ditangani dengan cepat. Selain itu, Pasukan Biru secara rutin melakukan pemantauan lapangan untuk menjaga kondisi tetap terkendali.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat mengakses aplikasi JAKI atau menghubungi layanan 112.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....