WFH Sehari Sepekan, Jakarta Berpotensi Hemat 136 Juta Liter BBM per Bulan
- 20 Mar 2026 03:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan pasca Lebaran 2026 menjadi salah satu langkah pemerintah dalam merespons tekanan global terhadap energi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa skema WFH dapat menjadi solusi efisiensi dengan mengurangi mobilitas harian masyarakat.
Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah, Uji Ketahanan Nasional Indonesia
Berdasarkan data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), konsumsi BBM kendaraan di Jakarta mencapai sekitar 34 juta liter per hari, terdiri dari 17,8 juta liter sepeda motor dan 16,2 juta liter mobil.
Dengan asumsi kebijakan WFH satu hari dari lima hari kerja atau setara pengurangan 20% mobilitas, potensi penghematan BBM di Jakarta mencapai sekitar 6,8 juta liter per hari. Jika diterapkan selama satu bulan kerja (sekitar 20 hari), total penghematan dapat mencapai sekitar 136 juta liter BBM per bulan.
Airlangga juga menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga menjadi strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Selain itu, pengurangan konsumsi BBM turut berkontribusi pada penurunan emisi karbon, sejalan dengan upaya pemerintah memperbaiki kualitas udara di wilayah perkotaan.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan skema implementasi WFH agar dapat diterapkan secara optimal tanpa mengganggu produktivitas kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....