Tradisi Andilan Kebo Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong di Jakarta
- 19 Mar 2026 22:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku terharu saat menghadiri kegiatan Andilan Kebo yang digelar Forum Betawi Rempug (FBR) di Taman Kerempugan Korwil FBR, Jakarta Timur, Kamis, 19 Maret 2026. Di tengah modernisasi kota metropolitan, tradisi khas Betawi tersebut justru masih bertahan dan menjadi simbol kuat solidaritas warga dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Rano menyebut kegiatan Andilan Kebo bukan sekadar tradisi, melainkan cerminan nyata nilai gotong royong yang telah lama mengakar dalam budaya Betawi. Tradisi tersebut mengajarkan warga untuk berbagi sesuai kemampuan, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan kota yang kian individualistis.
Rano Karno bahkan mengaku kegiatan tersebut membawanya kembali pada kenangan masa kecilnya di kawasan Kemayoran. Ia mengenang bagaimana masyarakat saat itu hidup dalam semangat kebersamaan yang tinggi, saling membantu tanpa melihat besar kecilnya kontribusi.
“Dengan semangat kebersamaan melalui Andilan Kebo ini, saya jujur agak terkejut. Ternyata di Jakarta masih ada kegiatan seperti ini. Saya jadi ingat masa kecil saya di Kemayoran, ketika masyarakat saling berbagi sesuai kemampuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Andilan Kebo merupakan tradisi patungan warga untuk membeli hewan ternak yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Besaran kontribusi tidak ditentukan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu, sehingga mencerminkan keadilan sosial yang sederhana namun bermakna.
Menurutnya, nilai utama dari tradisi ini bukan terletak pada jumlah yang diberikan atau diterima, melainkan pada semangat kebersamaan sebagai satu komunitas. Tradisi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi dan saling memahami keberagaman, terlebih dalam momentum hari besar keagamaan.
“Yang patungannya besar mendapat lebih banyak, yang kecil mendapat lebih sedikit. Namun esensinya adalah kebersamaan sebagai tetangga. Semua berpartisipasi sesuai kemampuan. Inilah cara kita merawat tradisi,” kata Rano.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti masih adanya masyarakat di Jakarta yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, termasuk untuk mengonsumsi daging. Karena itu, tradisi seperti Andilan Kebo dinilai memiliki nilai sosial yang tinggi, terutama dalam membantu warga yang kurang mampu.
“Masih ada masyarakat yang bahkan untuk membeli ayam saja sulit. Maka, kehadiran momen seperti Andilan Kebo dan Iduladha menjadi sangat berarti karena memberi kesempatan masyarakat untuk merasakan konsumsi daging,” katanya.
Menjelang Idulfitri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan rangkaian kegiatan malam takbiran bertajuk “Eid Mubarak” yang akan dipusatkan di kawasan Bundaran HI. Kegiatan ini rencananya melibatkan ribuan peserta dari berbagai wilayah sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam perayaan keagamaan.
Rano Karno berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi momentum mempererat persatuan warga Jakarta. Ia menegaskan, pelestarian tradisi lokal seperti Andilan Kebo merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.
“Kami mohon doa agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Apa pun hasil penetapan Lebaran nanti, ini adalah upaya kami untuk terus merawat tradisi dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....