Warga Angke Bebas Banjir Tinggal di Rumah Panggung
- 08 Mar 2026 13:51 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Bagi Pak Udin (49), warga Muara Angke, Jakarta Utara, mendapatkan hunian layak bebas banjir bukanlah proses yang instan. Pria yang telah menetap di kawasan tersebut sejak 1995 ini memiliki cerita tersendiri dalam memperjuangkan tempat tinggal bagi keluarga besarnya di kawasan Rumah Panggung bantuan pemerintah.
Berbeda dengan warga lain yang umumnya mendapatkan satu unit, Pak Udin berhasil menempati tiga unit rumah panggung yang digabung menjadi satu. Hal ini dilakukannya mengingat jumlah anggota keluarganya yang besar.
Ditemui di kediamannya, Minggu 8 Maret 2026, Pak Udin menceritakan proses negosiasi saat program rumah panggung tersebut masuk. Ia memiliki lahan awal yang cukup luas dan menolak jika hanya diganti dengan satu unit rumah.
"Anak saya total ada delapan. Kalau dikasih satu unit, anak-anak saya mau tidur di mana? Akhirnya saya negosiasi, minta tiga unit karena tanah saya juga lebar. Alhamdulillah disetujui, meskipun luasnya masih berkurang sedikit dibanding tanah asli saya," ungkap Pak Udin.
Dari delapan anaknya, tujuh di antaranya masih tinggal bersamanya, sementara satu orang sudah berkeluarga. Tiga unit rumah tersebut kini menjadi tempat bernaung mereka dari ancaman banjir rob yang selama ini menghantui.
Sebelum menempati rumah panggung dua tahun lalu, Pak Udin mengenang betapa sulitnya hidup di rumah lama yang sejajar dengan tanah. Banjir rob adalah tamu musiman yang pasti datang. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengganjal barang elektronik dengan bata hebel hingga meninggikan lantai rumah menggunakan kulit kerang.
"Dulu sering saya urug pakai kulit kerang. Tapi percuma, lantai makin tinggi, atap makin pendek, air tetap masuk. Kalau banjir malam, ya kami duduk saja di amben (bale-bale). Yang paling ditakutkan itu bukan airnya, tapi ular yang ikut masuk," kenangnya.
Meski kini aman dari genangan air, Pak Udin menghadapi tantangan baru. Material besi pada tangga rumah panggung mulai mengalami korosi (karat) akibat uap air laut yang asin. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan keluarganya.
"Rumahnya aman, dinding GRC aman. Tapi tangganya ini sering bikin was-was. Uap laut di sini jahat, besi cepat karatan. Sekarang saja tangga lagi diperbaiki karena sudah keropos. Takut patah saat diinjak," jelas pria yang berwiraswasta ini.
Di akhir perbincangan, Pak Udin menegaskan bahwa rumah panggung hanyalah solusi tempat tinggal, namun belum menuntaskan masalah banjir secara keseluruhan. Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan akar masalah banjir di Jakarta Utara.
"Harapan saya cuma satu, pembangunan tanggul laut (mitigasi) mohon dipercepat. Biar air laut enggak terus-terusan masuk ke wilayah kami," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....