Banyak Pemotor Nekat Lawan Arah di Plumpang

  • 01 Mar 2026 19:03 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Jalur cepat Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Plumpang menuju arah Tanjung Priok, menyimpan titik rawan kecelakaan yang mengkhawatirkan. Setiap harinya, ratusan pengendara motor nekat melakukan aksi lawan arah (contraflow) demi memotong jalan, meski harus berhadapan langsung dengan truk kontainer dan kendaraan berat lainnya.

Hamid (57), seorang pengojek pangkalan yang sehari-hari mangkal di sekitar lokasi, membenarkan fenomena berbahaya tersebut.

Menurutnya, aksi nekat ini terjadi hampir setiap menit di putaran balik dekat halte Transjakarta Plumpang, tak jauh dari Kantor Polres Metro Jakarta Utara.

Main "Kucing-kucingan" dengan PolisiHamid mengungkapkan bahwa para pelanggar lalu lintas ini seolah bermain "kucing-kucingan" dengan aparat.

Keberadaan pos polisi di dekat lokasi tidak sepenuhnya menghentikan aksi tersebut.

"Kalau ada polisi, mereka enggak berani. Tapi kalau enggak ada polisi, ya bebas-bebas saja. Tiap menit ada saja yang lewat," ujar Hamid saat ditemui di lokasi. Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa tanpa pengawasan petugas, aturan lalu lintas di titik tersebut seolah tidak berlaku.

Motif utama di balik aksi nekat ini adalah jarak putaran balik resmi yang dianggap terlalu jauh. Hamid menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat akses putaran yang lebih dekat, namun kini telah ditutup permanen.

"Dulu ada putaran dari sini langsung ke sana. Sekarang ditutup, jadi harus mutar jauh. Makanya banyak yang nekat lawan arah," jelas pria yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu.

Hamid pun mengakui secara jujur bahwa dirinya sesekali ikut melakukan pelanggaran tersebut karena alasan efisiensi waktu, meski menyadari risikonya.

Bahaya nyata mengintai para pelanggar di jalur ini. Hamid mengaku pernah menyaksikan kecelakaan mengerikan di lokasi tersebut, melibatkan kendaraan roda tiga (Tossa) yang dihantam truk kontainer pada pagi hari.

"Bahaya banget sebenarnya. Dulu pernah ada Tossa ketabrak kontainer pagi-pagi. Orang kadang nyebrang enggak lihat-lihat, kontainer kan kencang," tuturnya.

Meski mengetahui risiko berhadapan dengan "raksasa jalanan" seperti truk kontainer, fenomena lawan arah di Plumpang tampaknya masih menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan selama solusi infrastruktur atau penegakan hukum yang lebih ketat belum diterapkan secara konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....