Dispusip DKI Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Berbagi

  • 26 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta (Dispusip) menegaskan komitmennya menjadikan perpustakaan sebagai ruang berbagi yang sehat, tempat informasi diverifikasi dan pengetahuan diperdalam sebelum menyebar ke masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, perpustakaan diharapkan tampil sebagai penuntun percakapan publik yang bernilai dan mencerahkan.

Kepala Dispusip DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono menyampaikan bahwa budaya berbagi sudah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Jauh sebelum media sosial berkembang, tradisi gotong royong, musyawarah warga, pengajian, arisan, hingga ronda kampung telah membentuk kebiasaan bertukar cerita dan pengalaman.

“Perpustakaan harus hadir sebagai tempat informasi diverifikasi, pengetahuan diperdalam, dan percakapan publik dipandu dengan nilai. Ketika masyarakat suka berbagi, maka perpustakaan harus memastikan bahwa yang dibagikan adalah pengetahuan yang mencerahkan,” ujar Nasruddin di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026

Ia menambahkan, di Jakarta informasi kerap berpindah melalui relasi sosial dari tetangga, keluarga, atau komunitas dan sering kali lebih dipercaya dibandingkan data formal. Karena itu, perpustakaan tidak boleh mematikan budaya berbagi tersebut, melainkan mengarahkannya menjadi budaya belajar bersama yang lebih kritis dan berbasis rujukan yang jelas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mendorong perpustakaan bertransformasi menjadi laboratorium inovasi. Dari sekadar ruang baca, perpustakaan diarahkan tumbuh menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, serta kolaborasi antara pemerintah dan warga.

Salah satu langkah konkret adalah menghadirkan layanan perpustakaan umum, termasuk di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Konsep tersebut menempatkan koleksi dan program bukan sekadar pelengkap, melainkan respons nyata terhadap persoalan dan minat warga setempat.

“Kami ingin perpustakaan umum, termasuk yang berada di RPTRA, hadir secara sosial dengan koleksi yang relevan, program yang kontekstual, layanan yang inklusif, serta komunitas terlibat sebagai mitra,” kata Nasruddin.

Menurutnya, layanan berbasis kebutuhan warga menjadi fondasi kualitas perpustakaan. Koleksi bukan hanya daftar judul atau angka pengadaan, tetapi cerminan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat. Jika disusun berbasis dampak, perpustakaan dapat hadir sebagai ruang solusi dan katalis kemajuan.

Upaya penguatan peran tersebut diwujudkan melalui seminar yang melibatkan pengurus RPTRA, pustakawan, hingga pakar pengembangan perpustakaan. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar perpustakaan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan perkembangan literasi digital.

Ke depan, Dispusip DKI bersama FPUI berkomitmen terus berinovasi dan bersinergi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan perpustakaan umum semakin kokoh sebagai pilar literasi bangsa sekaligus ruang inklusif yang menguatkan budaya berbagi pengetahuan yang sehat dan mencerahkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....