Rusun Jakbar Penuh, Warga Kamal Direlokasi ke Luar Wilayah

  • 26 Feb 2026 15:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat akan mengalihkan relokasi warga Kampung Bilik, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, ke rumah susun (rusun) di wilayah lain lantaran kapasitas rusun di Jakarta Barat telah penuh.

Lurah Kamal, Edy Sukarya mengatakan, hingga saat ini telah terdata sebanyak 131 kepala keluarga (KK) yang akan direlokasi. Hal ini menyusul adanya rencana pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di lokasi tersebut.

“Rusun di Jakarta Barat penuh, jadi direlokasi ke Rusun Nagrak, Rorotan, dan Pulo Jahe,” ujar Edy saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Februari 2026.

Edy menyampaikan, pihaknya telah memberikan sosialisasi terhadap warga yang terdampak relokasi ke wilayah lain. “Sebagai bentuk sosialisasi warga sudah kunjungan ke rusun tersebut,” kata Edy.

Ia menjelaskan, sejauh ini 9 KK telah lebih dulu direlokasi ke sejumlah rusun di Jakarta Barat.

Rinciannya, 4 KK ke Rusun Tegal Alur, 3 KK ke Rusun Pesakih, dan 1 KK ke Rusun Rawa Bebek. Sementara 1 unit lainnya ditempati warga berstatus lajang.

Adapun ratusan KK lainnya akan ditempatkan di rusun luar wilayah Jakarta Barat dengan mempertimbangkan ketersediaan unit di seluruh DKI Jakarta.

“Pertama tentu melihat ketersediaan tempat. Karena memang rusun di Jakarta Barat sudah penuh,” katanya.

Edy memastikan warga terdampak relokasi akan mendapatkan keringanan biaya sewa. Ia mencontohkan, untuk Rusun Pesakih, warga hanya dikenakan biaya sekitar Rp220 ribu per bulan.

“Berbeda dengan warga umum. Mereka mendapat keringanan, kurang lebih Rp220 ribu per bulan,” ujarnya.

Terkait proses sosialisasi, Edy mengaku pihaknya melakukan pendekatan secara intensif dan kekeluargaan kepada warga, mengingat sebagian besar telah menetap di Kampung Bilik selama puluhan tahun.

“Tiap hari kami lakukan sosialisasi. Kami maklum, mereka sudah 30 tahun tinggal di situ, pasti ada dinamika,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada hari ini terdapat 15 KK yang kembali mendaftar untuk relokasi gelombang berikutnya. “Saat ini warga terdampak sudah ada yang mendaftar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....