Kesulitan Air, Warga Tambora Terpaksa Pasang Pipa Baru
- 25 Feb 2026 20:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan aliran air PAM yang tak kunjung normal selama lebih dari satu bulan terakhir. Sebagian wargapun bahkan terpaksa mengeluarkan biaya besar demi mendapatkan akses air bersih di rumah mereka.
Salah satu warga RT007/RW003, Uci (48), mengaku aliran air di rumahnya sempat mati total hampir dua pekan.
Menurut Uci, kondisi ini bertepatan dengan adanya proyek galian di kawasan Latumeten, Grogol Petamburan.
Bahkan, Uci dan keluarganya memutuskan untuk memasang saluran pipa baru dengan biaya mencapai Rp2 juta.
“Habis kakak saya kesel. Daripada beli air terus, katanya habis juga uangnya. Jadi mending gali baru, pasang pipa lagi. Habis Rp2 juta untuk pemasangan saja,” ujar Uci saat ditemui di rumahnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia mengatakan, pemasangan pipa baru dilakukan dengan bantuan petugas PAM yang dikenalnya. Sebab, laporan yang disampaikan melalui layanan pengaduan sebelumnya tidak mendapat tindak lanjut.
“Kakak saya ada kenalan, jadi langsung minta tolong. Soalnya nunggu petugas lama, telepon juga enggak ada kelanjutan. Sudah laporan terus tiap hari, sama saja enggak ada yang datang,” keluhnya.
Setelah pemasangan baru tersebut, air akhirnya kembali mengalir dengan kondisi lebih bersih. Meski begitu, debit air terkadang masih kecil dan harus dipancing agar bisa mengalir lebih deras.
Dia mengaku biaya besar tersebut terpaksa dikeluarkan karena air merupakan kebutuhan mendesak bagi keluarganya, terutama untuk anak sekolah dan anggota keluarga yang bekerja.
“Ya mahal enggak mahal, air kan kebutuhan. Buat anak sekolah mandi, buat yang kerja juga,” katanya.
Sebelum memasang pipa baru, Uci dan keluarganya harus membeli air gerobakan seharga Rp50.000 per hari. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak.
“Kalau buat mandi sama masak saja kadang enggak cukup. Kalau nyuci biasanya di laundry, karena kalau ngandelin air beli enggak cukup,” tuturnya.
Senada dengan Uci, Sandi (39), mengaku sudah sekitar dua minggu terakhir air PAM di rumahnya tidak mengalir normal. Jika pun mengalir, kata Sandi, debir air yang keluar sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Ya kalau enggak keluar seperti ini udah pasti beli air lagi. Dan sudah pasti tambah biaya lagi untuk keperluan,” kata Sandi saat ditemui RRI Jakarta di lokasi, Rabu, 25 Februari 2026.
Sandi mengatakan, untuk membeli air pikulan, dirinya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari. Ia menilai, pengeluaran itu cukup memberatkan karena harus dikeluarkan secara rutin.
“Biasa sehari kadang Rp20.000 sampai Rp30.000. Sudah dari dua minggu yang lalu kalau yang enggak keluar airnya. Dan kalau keluar pun kecil banget,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....