Fraksi PDI Perjuangan Tanggapi Aspirasi Warga
- 25 Feb 2026 19:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga Perumahan Citra Garden 2, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi. Aspirasi tersebut disampaikan melalui audiensi dengan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Audiensi itu merupakan tindak lanjut atas surat permohonan warga bernomor 003/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026. Surat tersebut diajukan perwakilan RW 012 dan RW 019 yang berada di sekitar lokasi rencana pembangunan di Jalan Utan Jati.
Perwakilan warga, Budiman Tan Diono, menyebutkan penolakan datang dari sekitar 2.000 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Ia mengatakan warga memiliki sejumlah kekhawatiran terkait dampak sosial dan lingkungan apabila fasilitas itu dibangun di area permukiman.
Tokoh masyarakat setempat, Kuku Muliyanto, menilai rencana pembangunan belum selaras dengan karakter lingkungan yang didominasi hunian dan area pendidikan. “Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sudah cukup padat, apalagi ada beberapa sekolah dalam radius ratusan meter,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Warga juga menyoroti potensi peningkatan kemacetan, polusi, kebisingan, hingga dampak psikologis bagi anak-anak sekolah di sekitar lokasi. Selain itu, isu pengelolaan limbah dan dampak lingkungan dari operasional krematorium turut menjadi perhatian masyarakat.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Pantas Nainggolan, S.H., M.M, menyatakan pihaknya baru menerima dan mendengar aspirasi warga sehingga belum mengambil keputusan. “Kita baru mendengar aspirasi warga, jadi belum bisa memberikan keputusan apa-apa, namun akan mengundang pihak-pihak terkait termasuk pemberi izin,” katanya.
Menurutnya, audiensi ini menjadi langkah awal untuk pembahasan lebih lanjut melalui koordinasi lintas komisi maupun rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Warga berharap proses peninjauan dilakukan secara transparan serta melibatkan masyarakat terdampak guna membuka ruang dialog lanjutan melalui musyawarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....