Warga Tambora Keluhkan Air PAM: Terpaksa Beli dan Nadahin Hujan
- 25 Feb 2026 14:53 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di RT 007/RW 003, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat masih mengeluhkan distribusi air PAM yang tidak lancar dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi inipun membuat sejumlah warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Sandi (39), mengaku sudah sekitar dua minggu terakhir air PAM di rumahnya tidak mengalir normal. Jika pun mengalir, kata Sandi, debir air yang keluar sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Ya kalau enggak keluar seperti ini udah pasti beli air lagi. Dan sudah pasti tambah biaya lagi untuk keperluan,” kata Sandi saat ditemui RRI Jakarta di lokasi, Rabu, 25 Februari 2026.
Sandi mengatakan, untuk membeli air pikulan, dirinya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari. Ia menilai, pengeluaran itu cukup memberatkan karena harus dikeluarkan secara rutin.
“Biasa sehari kadang Rp20.000 sampai Rp30.000. Sudah dari dua minggu yang lalu kalau yang enggak keluar airnya. Dan kalau keluar pun kecil banget,” katanya.
Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi, mesin pompa air di teras rumah Sandi dalam kondisi yang tidak nyala, meskipun keran airnya sudah dalam posisi menyala.

Sandi pun menyebut, dirinya juga memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan tertentu, seperti menyiram toilet. Sementara kalau air sumur, kata dia, di rumahnya jarang digunakan karena kualitasnya kurang baik dan sering keruh saat musim hujan.
“Kita nadahin air hujan aja buat nyiram-nyiram toilet aja gitu. Kalau untuk sumur ada tapi kita ga pakai karena terlalu kotor,” katanya.
“Kita sudah capek komplain. Bukan kita saja yang komplain, banyak kok. Tapi belum ada solusi,” sambungnya.
Dihubungi terpisah, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, mengatakan suplai air di Tambora dipicu lantaran bocornya pipa akibat pekerjaan pembangunan Flyover Latumeten.
"Iya betul itu ada lebocoran pipa 500 dampak dari pekerjaan proyek flyover Latumeten," kata Gatra saat dikonfirmasi, Rabu
Namun, Gatra menyebut kebocoran pipa akibat proyek tersebut sebenarnya sudah selesai diperbaiki sejak dua pekan lalu.
Kendati perbaikan utama telah rampung, Gatra mengakui pasokan air ke wilayah RW 03 Jembatan Besi belum kembali normal.
"Ada anomali nih di RW 3 ini. Ada clogging, katanya sih ada sumbatan di pipa yang ini lagi dicari sama tim kami. Yang ngarah ke RW 3 ini, sehingga suplainya belum normal," jelasnya.
Gatra menyebut timnya di lapangan saat ini masih berupaya mencari titik sumbatan dan menargetkan perbaikan selesai paling lambat dalam sepekan.
"Tim belum bisa ngestimasin waktunya saat ini. Cuma biasanya sih paling lambat kayak begini semingguan," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....