Pemprov DKI Targetkan 153 Pasar Tradisional Naik Kelas
- 23 Feb 2026 17:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sebanyak 153 pasar tradisional naik kelas dan terintegrasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi perkotaan. Langkah tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Pramono, pasar tidak lagi dipandang semata sebagai ruang transaksi jual beli, melainkan harus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memiliki nilai sosial dan kultural. Transformasi ini, kata dia, sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saat ini transaksi ekonomi di pasar Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Ada 153 pasar dengan sekitar 286 ribu UMKM. Ini kekuatan utama ekonomi Jakarta yang harus kita dorong naik kelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep naik kelas yang dimaksud mencakup pembenahan infrastruktur fisik, digitalisasi sistem pembayaran, peningkatan keamanan, hingga penataan parkir untuk menghilangkan praktik premanisme. Dengan pembenahan menyeluruh, pasar diharapkan menjadi destinasi yang nyaman dan kompetitif.
“Sebagai gambaran, Pemprov DKI sempat menggelar lomba digitalisasi di 20 pasar selama dua pekan. Hasilnya, terjadi lonjakan transaksi hampir 47 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha dan masyarakat Jakarta mampu beradaptasi cepat terhadap sistem pembayaran digital,” ujarnya.
Lebih lanjut Pramono menilai, sejumlah pasar bahkan telah memiliki daya tarik internasional. Kawasan Glodok–Pecinan, Pasar Baru, Blok M, hingga Pasar Santa kini tidak hanya dikunjungi warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman belanja sekaligus wisata budaya.
Ke depan, pasar ditargetkan menjadi simpul pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi, ruang publik, serta pusat ekonomi kreatif. Untuk itu, kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi tersebut.
Pramono juga mengapresiasi inisiatif Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menggelar FGD bersama PD Pasar Jaya dan para pemangku kepentingan. Ia berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi konkret yang menjadi milestone pengembangan 153 pasar dalam lima tahun ke depan.
“Pengembangan pasar akan terwujud apabila koordinasi dilakukan dengan baik. Mudah-mudahan hasil FGD ini menjadi rencana strategis yang benar-benar membawa 153 pasar Jakarta naik kelas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....