66 RT Terendam Banjir Pagi Ini

  • 20 Feb 2026 07:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 66 rukun tetangga atau RT di Jakarta terendam banjir pagi ini, Kamis, 20 Februari 2026, setelah hujan mengguyur wilayah ibu kota sejak dini hari. Data tersebut tercatat berdasarkan pembaruan terakhir sistem pemantauan banjir milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta pada pukul 06.58 WIB.

Banjir tersebut tersebar di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat dengan tinggi genangan bervariasi antara 50 hingga 120 sentimeter. Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Cipete Utara, Cilandak Timur, Petogogan, Pesanggrahan, Ulujami, dan Cilandak Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mencatat luas wilayah terdampak banjir mencapai 1,22 kilometer persegi dari total luas Jakarta sebesar 661,5 kilometer persegi. Genangan disebabkan oleh curah hujan tinggi serta meluapnya saluran air di kawasan permukiman padat.

Kondisi banjir turut berdampak pada layanan transportasi umum. Melalui akun resmi X, PT Transportasi Jakarta melaporkan sejumlah rute bus mengalami pengalihan akibat genangan air di beberapa ruas jalan.

“Rute 1C Pesanggrahan–Blok M mengalami pengalihan rute karena adanya genangan air di sekitar Jalan Bumi,” tulis akun X @PT_Transjakarta. Selain itu, layanan Mikrotrans JAK 95 Lebak Bulus–Pasar Minggu dan JAK 71 Kampung Rambutan–Pinang Ranti juga dilaporkan tidak melayani sejumlah halte akibat kondisi serupa.

Sementara itu, data pintu air menunjukkan beberapa titik berada pada status siaga. Pintu Air Cengkareng Drain tercatat pada ketinggian 231 sentimeter dengan status Siaga Tiga, sedangkan Pintu Air Marina Ancol mencapai 208 sentimeter dengan status Siaga Dua.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat. BMKG melalui laman resminya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring munculnya potensi peningkatan curah hujan yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026. Fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara, kata BMKG.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan penguatan Monsun Asia dan aktivitas Madden–Julian Oscillation meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Andri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....