Peziarah Keluhkan Pembersih Makam Liar di TPU Kawi-Kawi
- 17 Feb 2026 18:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah peziarah di TPU Kawi-Kawi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, mengeluhkan keberadaan pembersih makam liar yang kerap memaksa meminta uang. Praktik tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga yang hendak berziarah, terutama menjelang bulan puasa.
Rahmat, warga Johar Baru, mengatakan para pembersih makam biasanya datang secara bergerombol saat peziarah tiba di area pemakaman. Mereka disebut langsung menawarkan jasa membersihkan makam dengan cara yang cenderung memaksa.
“Mereka itu kalau datang selalu bergerombol, lebih dari 5 hingga 10 orang mendatangi kami peziarah. Mereka suka maksa minta duit kepada kami jadi dengan terpaksa kami kasih,” ujar Rahmat saat diwawancarai, pada Selasa 17 Februari 2026.
Menurutnya, jumlah pembersih makam liar justru semakin bertambah dari tahun ke tahun. Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turun tangan menertibkan praktik tersebut.
“Saya minta Pak Gubernur DKI Jakarta untuk membersihkan pembersih makam liar ini. Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan mereka,” tegasnya.
Rahmat menjelaskan, modus yang kerap dilakukan adalah mengikuti peziarah sejak dari pintu masuk hingga ke lokasi makam. Sesampainya di makam, para pembersih langsung menyiram dan membersihkan area tanpa diminta.
“Kita kan sudah beli bunga, air mawar dari luar. Nah mereka ini saat kita berada di makam langsung nyiram makam, terus bersihkan makam secara bergerombol. Setelah itu mereka langsung minta uang ke kami peziarah, kalau dikasih kecil mereka berani minta tambahan uang upah mereka bersihkan makam,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Putri, warga Kemayoran, yang rutin berziarah menjelang Ramadan. Ia menilai kehadiran pembersih makam liar membuat suasana ziarah menjadi tidak khusyuk.
“Kita ke sini kan mau berdoa buat keluarga kami yang telah meninggal. Lah ini mereka justru mengganggu kami saat kami mau ziarah, seperti bersihin makam, nyiram tapi ujung-ujungnya minta uang,” ucapnya.
Putri juga menyoroti peran petugas keamanan yang dinilai kurang tegas dalam menertibkan praktik tersebut. Ia berharap ada pengawasan dan patroli rutin agar peziarah merasa aman dan nyaman.
“Fungsi petugas keamanan itu apa, masa tidak bisa tertibkan para pembersih makam liar tersebut. Yang saya lihat, para petugas keamanan hanya duduk-duduk saja, ngerokok, ngopi dan tidak pernah saya lihat mereka patroli. Kalau begitu apa fungsinya mereka dipekerjakan menjadi petugas keamanan,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....