Potret Warga Dibawah Bayang-bayang Tegangan SUTET
- 15 Feb 2026 20:43 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Hidup dibawah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) bukanlah pilihan bagi sebagian warga di Kampung Tanah Merah, Koja Jakarta Utara. Marsiah (65) seorang Ibu Rumah Tangga yang sudah lama tinggal berdampingan dengan menara SUTET mengatakan sebelum adanya SUTET ini lahan yang tempatnya merupakan rawa yang belum dihuni banyak orang.
"Ini dulu masih kayak hutan, belum ada rumah. Ini kayak lautan rawa-rawa di sini, itu Pertamina belum ada, " ujar Marsiah.
Sejak 15 tahun silam setelah semakin banyak penghuni barulah SUTET dibangun tentunya dengan mengganti rugi lahan yang ditempati warga, warga pun tidak dapat menolak karena merupakan proyek negara.
"Ya habis mau nolak gimana. Kalau mau digusur, gusur semua, akhirnya kan ya enggak, " ujar Marsiah.
Pasca dibangunnya SUTET warga pun merasa khawatir lantaran resiko tower setinggi 70 meter tersebut memiliki tegangan tinggi, belum lagi radiasi yang dihasilkan. Namun lambat laut warga mulai terbiasa, meski harus dibayang-bayangi terasa cemas.
"Ya cemas sih ada tapi mau gimana udah begini jadinya, " kata Marsiah.
Saat ini warga Tanah Merah, Kecamatan Koja Jakarta Utara yang rumahnya berhimpitan dengan tower SUTET telah merasakan suka duka hidup bersama saluran udara bertegangan tinggi. Bagi warga setempat, asalkan tidak membahayakan kelangsungan hidup warga tidaklah mengapa.
"Yang penting tidak membahayakan kami dan warga," kata Marsiah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....