Transjakarta Tutup Tahun 2025 dengan Kinerja Positif

  • 06 Feb 2026 11:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menutup tahun 2025 dengan kinerja yang positif. Transjakarta mencatat pelanggan melonjak dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan per hari atau 413 juta pelanggan.

“Capaian tersebut semakin menegaskan peran Transjakarta sebagai tulang punggung mobilitas warga Jabodetabek,” kata Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Welfizon menjelaskan, di tengah tantangan ekonomi nasional berupa tekanan inflasi dan kenaikan upah minimum, Transjakarta justru mampu menjaga efisiensi operasional secara konsisten. Subsidi per pelanggan tercatat tetap stabil dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan menurun 14 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022. 

Menurutnya, kinerja tersebut menunjukkan keberhasilan pengelolaan layanan publik secara akuntabel dan berkelanjutan. Capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku pemegang saham mayoritas serta hasil dari transformasi fundamental perusahaan.


“Kami tidak hanya mengejar ekspansi kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola, kami membuktikan bahwa layanan publik yang masif tetap bisa dikelola secara efisien dan bertanggung jawab,” ujar Welfizon.

Lebih lanjut Welfizon menjelaskan, bahwa komitmen terhadap keselamatan layanan juga menunjukkan hasil yang terukur. Dalam tiga tahun terakhir, Transjakarta berhasil menurunkan tingkat kecelakaan (accident rate) hingga 40 persen. 

“Pada tahun 2025, indikator keselamatan mencapai titik terendah dengan skor 0,33, menandakan peningkatan standar operasional yang konsisten,” katanya.

Sejalan dengan kebutuhan zaman, Transjakarta mengakselerasi modernisasi melalui dua pilar utama, yakni transformasi digital dan transisi energi hijau. Aplikasi TJ: Transjakarta kini telah digunakan oleh 2,1 juta pengguna, menyediakan layanan pelacakan armada secara real-time serta sistem tiket digital yang inklusif. Di sisi lingkungan, Transjakarta mengoperasikan 470 unit bus listrik tipe high deck dan low deck, menjadikannya pionir transportasi publik ramah lingkungan di Indonesia.

Di luar pengelolaan subsidi, Transjakarta terus memperkuat kemandirian bisnis melalui peningkatan pendapatan non-subsidi (Non-Fare Box). Berbagai inovasi seperti program Naming Rights, layanan bus wisata Open Top Tour, TJ Radio, hingga TJ Store mendorong pendapatan non-subsidi mencapai Rp281 miliar pada 2025, meningkat empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....