Sterilisasi Kucing Diperluas Tekan Ledakan Populasi
- 05 Feb 2026 16:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menargetkan sterilisasi 2.500 ekor kucing sepanjang 2026. Program ini bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan jumlah kucing yang semakin tidak terkendali.
Dilansir dari laman resmi media beritajakarta.id, Kamis, 5 Februari 2026 Jumlah kucing yang dihasilkan meningkat dibandigkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.300 ekor. Pada 2025, realisasi sterilisasi bahkan melampaui target dengan total 2.569 ekor kucing berhasil ditangani.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini mengatakan, peningkatan target dilakukan karena populasi kucing terus bertambah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perilaku melepasliarkan kucing serta minimnya kesadaran sterilisasi mandiri.
“Populasi kucing terus bertambah cepat,” kata Irawati. Ia menegaskan, upaya pengendalian populasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terencana.
Untuk mencapai target, Sudin KPKP Jaksel menerapkan beberapa metode sterilisasi. Salah satunya melalui kolaborasi dengan kecamatan dengan target 125 ekor kucing jantan di setiap wilayah.
Selain itu, metode swakelola dilakukan melalui klinik dokter hewan yang ditunjuk Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Skema ini menyasar 500 ekor kucing betina selama 2026.
Metode lainnya adalah Trap-Neuter-Return (TNR) yang menyasar 750 ekor kucing. Program ini difokuskan pada titik-titik yang kerap menerima aduan masyarakat terkait keberadaan kucing liar.
“Tahun lalu target kami sebanyak 2.300 ekor. Alhamdulillah, realisasinya melampaui target dengan total 2.569 ekor kucing berhasil disterilisasi,” ujarnya. Capaian tersebut menjadi dasar peningkatan target tahun ini.
Irawati menambahkan, meski target sterilisasi kerap terlampaui, pihaknya tidak ingin berpuas diri. Menurutnya, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan populasi seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.
“Harapan kami pada tahun ini dapat menjangkau lebih banyak kucing. Meskipun target selalu terlampaui, kami tidak cepat berpuas diri karena populasi kucing terus bertambah cepat, baik akibat dilepasliarkan maupun faktor lainnya,” tandasnya. (Aura Putri Fadillah – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....