Hikmah Pagi di Pro4 RRI, Bersama Ustd. Moch Taufiqurrahman

  • 05 Feb 2026 14:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Manusia  tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi hidup dia di masa yang akan datang. Kata Allah dalam surah Al-Ukman,  bahwa manusia tidak akan tahu di mana dia akan mengakhiri hidupnya  dan kapan dia akan berada dalam akhir hidup. Ada kesempatan-kesempatan yang Allah berikan kepada manusia,yaitu kesempatan untuk menjadi orang-orang yang baik,  kesempatan untuk menjadi orang-orang yang mendapatkan penuh keberkahan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Demikian yang disampaikan oleh Narasumber Hikmah Pagi ustad Moch. Taufiqurrahman,SQ, MA yang disiarkan RRI PRO4 Jakarta pagi tadi. Kamis 5 Februari 2026.

Menurut Ustad Taufiqurrahman,"Kesempatan-kesempatan itu bukan hanya Allah berikan melalui satu bulan yang dimuliakan, tapi kesempatan itu juga diberikan di setiap hari manusia untuk menjadi orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, dengan cara apa? Tentunya dengan cara menuju kepada Allah dengan bersegera", ujarnya  kalimat itu menunjukkan satu sikap yang harus melakukan segala sesuatu dengan cepat. Bersegera menuju pengampunan Allah.

Hidup  manusia, yang pertama untuk beribadah.  Yang kedua, umur manusia itu secara hakikatnya adalah misteri dalam diri manusia,dan manusia tidak tahu kalau umur itu kapan akan dia akhiri. maka bersegeralah menuju kepada pengampunan Allah, dimana setiap kita menyegerakan untuk menuju pengampunan Allah,  di situ pula Allah akan memberikan kepada kita, jalan cepat menuju hidup yang penuh dengan kebahagiaan.

Hal ini juga berkaitan dengan Ramadan,kenapa dikaitkan dengan Ramadan? Karena tentunya seseorang yang bisa memasuki Ramadan dengan penuh kelapangan,  penuh keikhlasan, dan penuh kekhusukhan,  itu adalah orang-orang yang dalam jiwanya, dalam dirinya,  sudah memiliki satu kesempatan,  atau satu periode,  dimana periode tersebut adalah periode dibersihkan jiwa.  Ketika kita masuk ke dalam Ramadan, di pekan yang akan datang tapi jiwa kita itu masih jiwa yang lama,  maka sudah pasti puasa kita itu hanyalah puasa orang awam.

Menurut Imam Al-Ghazali, puasa orang awam itu hanyalah puasa orang yang hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja,  pahalanya pun tidak sempurna.  Kenapa hal ini disingkirkan oleh Imam Al-Ghazali? Karena sebelum puasa,  orang-orang yang puasanya awam , itu termasuk adalah orang-orang yang tidak mensucikan jiwanya terlebih dahulu.  Tidak mempersiapkan dirinya untuk mendapatkan hidayah,  berkah, karunia, dan inayahnya Allah, lakukanlah yang dianjurkan oleh Al-Quran yaitu menuju pengampunan Allah,   melalui kepasrahan diri,  bertaubat,  mensucikan diri, dan membiasakan untuk melakukan praktek-praktek ibadah  yang sifatnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....