Guru Honorer Minta Pemerintah Perhatikan Sekolah Swasta Kecil
- 05 Feb 2026 13:38 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID - Jakarta - Sekolah swasta kecil di permukiman padat penduduk dinilai masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Terutama dalam hal pendanaan, kesejahteraan guru, dan pengembangan sarana pendidikan.
Demikian hal itu disampaikan pria berinisial MA, salah satu guru honorer yang mengajar disalah satu sekolah di wilayah Jakarta Barat.
MA mengatakan, sekolah swasta di lingkungan padat memiliki peran penting lantaran menampung anak-anak yang tidak seluruhnya bisa mengakses sekolah negeri.
Namun, menurut MA, operasional sekolah masih sangat bergantung pada kemampuan orang tua membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
“Kita operasional tergantung pada SPP, dan kebetulan kita kan mengajar di sekolah yang bisa dibilang ekonominya menengah ke bawah dan perlu perhatian,” kata MA saat ditemui RRI Jakarta beberapa hari lalu dan dikutip pada, Kamis, 5 Februari 2026.
MA mengungkapkan, ditempat ia mengajar sebagian besar murid berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. “Jadi dari keseluruhan siswa dan siswi di sekolah itu tidak semuanya mampu untuk membayar,” kata MA
MA menerangkan, dari total wali murid yang ada di sekolahnya, hanya sekitar 60 persen yang mampu membayar SPP secara rutin. Menurutnya, kondisi ini membuat pengelolaan keuangan sekolah harus dilakukan secara hati-hati agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Jadi kurang lebih 60 sampai 65 persen lah yang sanggup dan mampu membayar setiap bulannya. Sehingga masalah penggajian bermasalah juga,” ungkapnya.
“Jadi yang kita terima ya sesuai dengan SPP nya kekumpul berapa. Kalau kita lihat yang sudah-sudah ya kurang lebih 700 ribu kami menerima setiap bulan,” sambunganya.
Selain SPP, kata Agus, sekolah juga mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diberikan pemerintah.
Bantuan ini dinilai dapat meringankan beban pembiayaan pendidikan, termasuk penyediaan buku pelajaran bagi siswa. Namun, pencairan bantuan yang tidak selalu rutin kerap memengaruhi stabilitas operasional.
“BOS sangat membantu, misalnya untuk pengadaan buku. KJP juga membantu siswa tetap sekolah. Tapi dari sisi sekolah, kadang pencairannya tidak bisa langsung menutup kebutuhan bulanan, termasuk gaji guru,” katanya.
Ia menilai, sekolah swasta kecil sebenarnya memiliki kontribusi besar dalam pemerataan pendidikan, terutama di kawasan padat penduduk.
Dia pun meminta agar pemerintah dapat memperkuat perhatian terhadap sekolah swasta yang dinilai melayani masyarakat berpenghasilan rendah.
“Anak-anak yang kami tangani sama dengan yang di sekolah negeri. Mereka juga butuh pendidikan yang layak. Harapannya ada kesetaraan perhatian, baik dari sisi kebijakan, bantuan, maupun kesejahteraan guru,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....