Januari 2026, Jakarta Alami Deflasi Bulanan 0,23 Persen
- 02 Feb 2026 14:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi deflasi pada Januari 2026 secara bulanan. Deflasi tersebut tercatat sebesar 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan meskipun terjadi deflasi bulanan, Jakarta masih mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi year on year pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,96 persen.
“Pada bulan Januari 2026, di DKI Jakarta terjadi deflasi month to month sebesar 0,23 persen, sementara secara tahunan masih mengalami inflasi,” ujar Kadarmanto. Ia menyebut kondisi ini mencerminkan dinamika harga yang berbeda antara jangka pendek dan tahunan.
Menurut BPS, penyumbang utama deflasi secara bulanan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini memberikan andil deflasi cukup besar, yakni sebesar 0,31 persen.
Kadarmanto menjelaskan penurunan harga pada kelompok tersebut dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama. “Komoditas yang paling berpengaruh terhadap deflasi adalah cabai merah dan daging ayam ras,” katanya.
Di sisi lain, BPS mencatat seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan adanya kenaikan harga yang masih berlangsung dalam rentang satu tahun terakhir.
Namun demikian, terdapat satu kelompok pengeluaran yang justru mencatat deflasi secara tahunan. Kelompok tersebut adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
“Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen,” ujar Kadarmanto. Deflasi pada kelompok ini terutama dipicu oleh penurunan harga telepon seluler.
BPS menilai pergerakan harga pada Januari 2026 dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan, khususnya pada komoditas pangan. Ke depan, BPS akan terus memantau perkembangan harga untuk menjaga stabilitas inflasi di DKI Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....