Eksistensi Papeling Dalam Melestarikan Seni Budaya

  • 27 Jan 2026 16:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.GO.ID,Jakarta: Eksistensi Paguyuban Pelestari Lingkar Budaya Purbalingga (Papeling) di Jakarta terus menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah arus modernisasi ibu kota. Hal tersebut disampaikan Sutarno, Pengurus Bidang Seni Budaya Papeling, saat menjadi narasumber dalam acara Apresiasi Budaya Banyumasan di Studio Seni Jawa RRI Jakarta, Program 4, Jumat (23/1/2026). Acara yang dipandu oleh host Dermawan bersama Kang Jori Guplak itu menjadi ruang dialog budaya yang hangat dan sarat makna.

Dalam pemaparannya, Sutarno menegaskan bahwa Papeling hadir bukan sekadar sebagai paguyuban warga perantauan asal Purbalingga, tetapi sebagai wadah kultural yang berkomitmen menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Banyumasan di tanah rantau. Menurutnya, keberadaan Papeling di Jakarta menjadi bukti bahwa budaya daerah tidak boleh tercerabut dari akarnya meskipun masyarakatnya hidup di lingkungan metropolitan yang serba cepat dan individualistis.

“Budaya itu soal rasa dan jati diri. Ketika orang Purbalingga berada di Jakarta, Papeling menjadi ruang pulang, tempat budaya kita tetap hidup, berkembang, dan diwariskan,” ujar Sutarno di hadapan pendengar RRI Pro 4. Ia menambahkan, berbagai kegiatan seni seperti lengger, ebeg, calung, serta penggunaan dialek Banyumasan dalam forum-forum budaya merupakan bentuk nyata upaya pelestarian yang terus dilakukan secara konsisten.

Sutarno juga menyoroti peran generasi muda dalam keberlanjutan Papeling. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjadikan budaya tradisi tetap relevan bagi anak-anak muda perantauan. Karena itu, Papeling mulai mengemas kegiatan seni budaya secara lebih kreatif dan inklusif, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas budaya Purbalingga.

Melalui siaran budaya di RRI Jakarta tersebut, Sutarno berharap keberadaan Papeling semakin dikenal luas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ia meyakini bahwa media publik seperti RRI memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi budaya daerah. “Selama budaya masih dipelajari, dipentaskan, dan dibicarakan, maka selama itu pula identitas Purbalingga akan tetap hidup di Jakarta,” Ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....