IAGI Dorong Geosains Jadi Landasan Kebijakan Mitigasi Bencana
- 26 Jan 2026 18:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), menekankan pentingnya mengintegrasikan ilmu kebumian atau geosains, sebagai fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan strategis nasional. Langkah itu krusial, untuk memastikan ketahanan infrastruktur, dan efektivitas mitigasi bencana di wilayah-wilayah rawan, demi memutus rantai kerugian yang terus berulang.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi (focus group discussion), dan gelar wicara bertajuk ”Geoscience Based Decision Governance: Menempatkan Geosains sebagai Landasan Keputusan yang Aman dan Dapat Dipertanggungjawabkan untuk Ketahanan Infrastruktur Nasional dan Mitigasi Wilayah Rawan”. Yang digelar di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Forum itu menjadi ruang konsolidasi bagi para pakar geosains, akademisi, dan pemangku kepentingan, untuk memperkuat peran sains dalam kebijakan publik. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Mirzam Abdurrachman menyampaikan, pendekatan dalam penanganan bencana di Indonesia, harus bertransformasi dari sekadar respons pascabencana, menjadi pencegahan berbasis data kebumian.
”Kegiatan yang dilaksanakan IAGI hari ini sebenarnya ada dua, yaitu talk show dan forum group discussion. Melalui kegiatan ini, kami berharap dari pengalaman berbagai kejadian bencana kebumian, atau bencana alam yang terjadi sebelumnya, kita tidak lagi merespons secara reaktif, lalu baru mengambil tindakan setelah kejadian terjadi,” ujar Mirzam.
Menurut Mirzam, karakteristik geologi Indonesia yang kompleks, menuntut adanya pendekatan yang menyeluruh. Pengambilan keputusan yang hanya melihat satu sisi, tanpa mempertimbangkan aspek geologi, berisiko tinggi terhadap keselamatan publik, dan keberlanjutan infrastruktur.
Ia menegaskan, kehadiran narasumber dari berbagai disiplin ilmu dalam forum itu, bertujuan untuk menyelaraskan perspektif. Yakni geosains adalah variabel yang tidak boleh ditinggalkan.
”Karena itu, dari para narasumber yang kami undang, dengan latar belakang kepakaran yang beragam, kami ingin menegaskan, bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara holistik. Geosains harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan,” kata Mirzam.
IAGI menilai, pengabaian terhadap peran geosains, dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur, berpotensi membuat siklus bencana terus berulang, tanpa mitigasi yang memadai. Integrasi data geosains yang akurat, diharapkan dapat menjadi kompas bagi pemerintah, dalam membangun infrastruktur nasional, yang lebih tangguh dan aman di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....